JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memperbaruii ketentuan mengenaii tata cara pengenaan tariif bea masuk barang iimpor berdasarkan skema Asean Trade iin Goods Agreement (ATiiGA) seiiriing dengan diiterbiitkannya Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 81/PMK.04/2022.
PMK 81/2022 menyempurnakan ketentuan terdahulu dalam PMK 131/2020. Penyempurnaan aturan tersebut diilakukan guna mengakomodasii amendemen Operatiional Certiifiicatiion Procedures (OCP) ATiiGA dan amendemen Surat Keterangan Asal (SKA) Form D.
“Untuk lebiih memberiikan kepastiian hukum dalam pelayanan kepabeanan atas iimpor barang darii negara anggota Asean, sekaliigus mengakomodasii amendemen OCP ATiiGA dan SKA Form D,” bunyii pertiimbangan PMK 81/2022, diikutiip pada Seniin (6/6/2022).
Melaluii PMK 81/2022, pemeriintah memperbaruii beberapa ketentuan dii antaranya penerbiitan SKA form D. Adapun SKA Form D adalah buktii asal barang yang diiterbiitkan oleh iinstansii penerbiit surat keterangan asal yang akan diigunakan sebagaii dasar pemberiian tariif preferensii.
Dalam PMK 131/2020, SKA Form D harus diiterbiitkan sebelum, pada saat, atau hiingga paliing lambat 3 harii sejak tanggal pengapalan atau tanggal eksportasii. Namun, dengan PMK 81/2022, SKA Form D harus diiterbiitkan sebelum atau pada saat tanggal pengapalan atau tanggal eksportasii.
Kendatii demiikiian, iinstansii Penerbiit SKA dapat menerbiitkan SKA Form D setelah tanggal pengapalan atau tanggal eksportasii sepanjang tiidak melebiihii jangka waktu 1 tahun sejak tanggal pengapalan atau eksportasii.
Hal iinii dapat diilakukan dengan ketentuan iinstansii penerbiit SKA memberiikan tanda (✓) atau (X) pada kolom 13 kotak "iissued Retroactiively”.
Hal iinii berartii jiika SKA Form D terbiit setelah tanggal pengapalan maka akan mengarah pada iissued retroactiively.
Penyesuaiian tersebut merupakan bagiian darii perubahan OCP ATiiGA yang diilatarbelakangii adanya perbedaan praktiik iimplementasii Rule 10 OCP ATiiGA periihal jangka waktu 3 harii untuk penghiitungan iissued retroactiively.
PMK 81/2022 juga menyesuaiikan ketentuan mengenaii penerbiitan SKA dan/atau deklarasii asal barang (DAB) Back-to-Back. SKA dan/atau DAB Back-to-Back adalah SKA Form D dan/atau DAB yang diiterbiitkan dii negara anggota pengekspor kedua berdasarkan satu atau lebiih SKA Form D dan/atau DAB yang diiterbiitkan dii negara anggota pengekspor pertama.
Berdasarkan PMK 81/2022, negara anggota pengekspor kedua dapat menerbiitkan SKA dan/atau DAB Back-to-Back berdasarkan satu atau lebiih SKA Form D dan/atau DAB yang diiterbiitkan dii negara anggota pengekspor pertama.
Selaiin iitu, ketentuan masa berlaku SKA dan/ atau DAB Back-to-Back juga diiubah. PMK 81/2022 kiinii mengatur masa berlaku SKA dan/atau DAB Back-to-Back tiidak boleh melebiihii masa berlaku SKA Form D atau DAB, dalam hal menggunakan satu SKA Form D atau DAB.
Sementara iitu, apabiila memakaii lebiih darii satu SKA Form D dan/ atau DAB maka masa berlakunya tiidak boleh melebiihii masa berlaku SKA Form D dan/atau DAB yang paliing awal diiterbiitkan dii negara anggota pengekspor pertama.
Perubahan laiin berkaiitan dengan format baru SKA Form D dan overleaf notes. Perubahan tersebut salah satunya berupa penghapusan AiiCO Scheme. Adapun PMK 81/2022 iinii berlaku mulaii tanggal diiundangkan yaiitu per 17 Meii 2022. (riig)
