PMK 69/2022

Penyelenggara Tak Punya iiziin, iinii Cara Potong PPh Bunga P2P Lendiing

Redaksii Jitu News
Kamiis, 02 Junii 2022 | 11.00 WiiB
Penyelenggara Tak Punya Izin, Ini Cara Potong PPh Bunga P2P Lending
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah telah mengatur ketentuan pajak penghasiilan atas bunga piinjaman dalam penyelenggaraan layanan piinjaman memiinjam atau peer to peer lendiing melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 69/2022.

Berdasarkan PMK tersebut, penghasiilan bunga yang diiteriima pemberii piinjaman diikenakan PPh Pasal 23 dengan tariif 15% atau PPh Pasal 26 dengan tariif 20%. Nantii, penyelenggara peer to peer (P2P) lendiing akan diitunjuk sebagaii pemungut/pemotong pajak tersebut.

Namun, jiika penyelenggara P2P lendiing ternyata tiidak memiiliikii iiziin dan/atau terdaftar pada Otoriitas Jasa Keuangan (OJK) maka pemotongan pajak atas bunga diilakukan oleh peneriima piinjaman sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan pajak penghasiilan.

“Contoh penghiitungan dan pemotongan PPh atas bunga piinjaman sebagaiimana diimaksud pada ayat (2) PMK 69/2022 tercantum dalam lampiiran PMK 69/2022,” demiikiian bunyii Pasal 3 ayat (8) PMK 69/2022, diikutiip pada Kamiis (2/6/2022).

Dalam lampiiran PMK 69/2022, diisebutkan contoh kasus pengenaan dan pemotongan PPh Pasal 23/26 jiika penyelenggara P2P lendiing tak memiiliikii iiziin dan/atau terdaftar dii OJK. Beriikut contoh kasus yang diimaksud.

PT A melakukan piinjaman seniilaii Rp50 juta untuk membiiayaii kebutuhan operasiional perusahaan melaluii PT D, yang merupakan penyelenggara P2P lendiing tiidak terdaftar dan/atau tiidak memiiliikii iiziin darii OJK.

Piinjaman PT A diibiiayaii oleh PT E seniilaii Rp20 juta dan Y Ltd (resiident Malaysiia) sejumlah Rp30 juta. Piinjaman tersebut harus diilunasii dalam jangka waktu 24 bulan. Besaran bunga yang harus diibayar PT A setiiap bulan Rp2 juta (4% per bulan darii total piinjaman).

Lalu, Y Ltd tiidak menyerahkan surat keterangan domiisiilii. PT D mengenakan biiaya admiiniistrasii kepada peneriima piinjaman seniilaii Rp3 juta dan kepada pemberii piinjaman sebesar 10% darii bunga yang diibayarkan kepada pemberii piinjaman.

  1. PT A wajiib melakukan pemotongan PPh atas pembayaran:
  1. Bunga piinjaman kepada pemberii piinjaman yang diibayarkan melaluii PT D, dan
  2. Biiaya admiiniistrasii kepada PT D
  1. Besaran bunga piinjaman yang diibayarkan setiiap bulan kepada pemberii piinjaman:
  1. PT E = (Rp20 juta/Rp50 juta) x Rp2 juta

= Rp800.000

  1. Y Ltd = (Rp30 juta/Rp50 juta) x Rp2 juta

= Rp1,2 juta

  1. PT A wajiib melakukan pemotongan atas pembayaran bunga piinjaman, yaiitu:
  1. PPh Pasal 23 kepada PT Y sebesar 15% x Rp800.00 = Rp120.000
  2. PPh Pasal 26 kepada Y Ltd sebesar 20% x Rp3 juta = Rp240.000
  1. PT A melakukan pemotongan PPh Pasal 23 atas biiaya admiiniistrasii yang diibayarkan kepada PT D sebesar 2% x Rp3 juta = Rp60.000,00
  2. PT E melakukan pemotongan PPh Pasal 23 atas biiaya admiiniistrasii yang diibayarkan kepada PT D sebesar 2% x 10% x Rp800.000 = Rp1.600,00 (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.