JAKARTA, Jitu News - Tiim Pengendalii iinflasii Pusat (TPiiP) mencatat harga rokok mulaii terkena dampak kenaiikan tariif pajak pertambahan fiinal PPN darii 10% menjadii 11%.
TPiiP menyebut iinflasii rokok (komposiit) mencapaii 0,73% (month to month/mtm) pada Apriil 2022 , lebiih tiinggii diibandiingkan bulan sebelumnya yang mencapaii 0,52% (mtm).
"Kenaiikan harga rokok juga diilaporkan terdampak oleh kenaiikan PPN pada 1 Apriil 2022 meskii penerapannya oleh produsen masiih terbatas (belum broad-based)," tuliis TPiiP dalam laporannya atas iinflasii Apriil 2022, diikutiip pada Kamiis (19/5/2022).
Secara khusus, TPiiP mencatat peniingkatan iinflasii terjadii pada jeniis rokok kretek fiilter dan rokok putiih. Meskii demiikiian, lanjutnya, hanya rokok kretek fiilter yang memberiikan andiil terhadap iinflasii bulanan.
Rokok kretek fiilter mengalamii iinflasii 0,81% (mtm) dan rokok putiih hanya mengalamii iinflasii sebesar 0,57% (mtm). Pada bulan lalu, angka iinflasii rokok kretek fiilter dan rokok putiih masiing-masiing 0,47% (mtm) dan 0,42% (mtm).
Sementara iitu, rokok kretek justru mengalamii penurunan laju iinflasii. Pada Apriil 2022, rokok kretek mengalamii iinflasii sebesar 0,75% (mtm), lebiih rendah darii bulan sebelumnya yang sebesar 0,79% (mtm).
Selaiin akiibat PPN, faktor utama pendorong iinflasii rokok (komposiit) adalah meniingkatnya mobiiliitas masyarakat dan kegiiatan berkumpul.
Untuk diiketahuii, tariif PPN atas penyerahan produk hasiil tembakau termasuk rokok diiatur pada PMK 63/2022. Melaluii PMK iinii, PPN atas penyerahan rokok diitetapkan 9,9% darii harga jual eceran (HJE). Adapun tariif iinii berlaku sejak 1 Apriil 2022.
Ketiika tariif umum PPN mulaii diitiingkatkan menjadii 12%, tariif PPN atas rokok akan naiik menjadii 10,7%. (riig)
