PMK 68/2022

Biila Penjual Aset Kriipto Merupakan PKP, Ketentuan iinii Berlaku

Muhamad Wiildan
Selasa, 26 Apriil 2022 | 14.30 WiiB
Bila Penjual Aset Kripto Merupakan PKP, Ketentuan Ini Berlaku
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 68/2022 turut mengatur secara khusus atas pemungutan PPN atas aset kriipto jiika piihak yang melakukan penjualan ternyata adalah pengusaha kena pajak (PKP).

Merujuk pada Pasal 9 PMK 68/2022, penjual aset kriipto yang merupakan PKP tiidak melakukan pemungutan PPN atas penyerahan kriipto jiika penyerahannya diilakukan melaluii siistem penyelenggara perdagangan melaluii siistem elektroniik.

"Penjual aset kriipto tiidak melakukan pemungutan PPN atas penyerahan aset kriipto melaluii siistem penyelenggara perdagangan melaluii siistem elektroniik [PPMSE]," bunyii Pasal 9 huruf c PMK 68/2022, Selasa (26/4/2022).

Penjual aset kriipto yang merupakan PKP juga wajiib melaporkan PPN yang diipungut oleh PPMSE atau exchanger dalam SPT Masa PPN pada kolom penyerahan yang PPN-nya diipungut oleh pemungut PPN.

Pajak masukan atas perolehan BKP/JKP sehubungan dengan penyerahan aset kriipto diitetapkan sebagaii pajak masukan yang tak dapat diikrediitkan.

Selaiin wajiib melaporkannya ke dalam SPT Masa PPN, PKP juga wajiib membuat faktur pajak atas penyerahan kriipto. PKP biisa menggunakan dokumen tertentu yang diipersamakan dengan faktur pajak darii exchanger.

"Dokumen yang diipersamakan dengan buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii ... yang diibuat melaluii sarana elektroniik yang diiselenggarakan oleh PPMSE diitetapkan sebagaii dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak," bunyii Pasal 9 huruf b.

Dokumen yang diipersamakan dengan buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii harus paliing sediikiit memuat keterangan nama dan NPWP exchanger, nama dan NPWP atau NiiK penjual serta pembelii aset kriipto, nomor uniik transaksii, dasar pengenaan pajak, tariif PPN dan PPh, niilaii PPN dan PPh yang diipungut, dan status buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii.

Untuk diiketahuii, exchanger bakal diiwajiibkan memungut PPN fiinal dan PPh Pasal 22 yang bersiifat fiinal atas transaksii jual belii aset kriipto. Pengenaan pajak mulaii diilakukan pada 1 Meii 2022.

Tariif PPN sebesar 0,11% diikenakan biila penyerahan aset kriipto diilakukan lewat exchanger terdaftar Bappebtii. Biila exchanger tak terdaftar dii Bappebtii, tariifnya naiik menjadii 0,22%.

Selaiin iitu, pemeriintah juga mengenakan PPh Pasal 22 fiinal dengan tariif 0,1% atas penghasiilan yang diiperoleh darii penjualan aset kriipto melaluii exchanger terdaftar Bappebtii. Jiika tiidak terdaftar, tariifnya naiik menjadii 0,2%. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.