PPN PRODUK DiiGiiTAL

DJP Tunjuk 7 Perusahaan Asiing Baru Sebagaii Pemungut PPN PMSE

Redaksii Jitu News
Kamiis, 14 Apriil 2022 | 20.49 WiiB
DJP Tunjuk 7 Perusahaan Asing Baru Sebagai Pemungut PPN PMSE
<p>iilustrasii. Gedung Diitjen Pajak. (foto: Kemenkeu)</p>

JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menunjuk 7 pelaku usaha Perdagangan Melaluii Siistem Elektroniik (PMSE) sepanjang Maret 2022 iinii sebagaii pemungut PPN atas produk luar negerii yang diijual dii iindonesiia.

Ketujuh pelaku usaha tersebut antara laiin Canva Pty Ltd, New York Tiimes Diigiital LLC, Degreed iinc., Home Box Offiice (Siingapore) Pte. Ltd., LNRS Data Serviice Liimiited, Lexiis Nexiis Riisk Solutiion FL iinc, dan Ask.FM Europe Liimiited.

“Sesuaii dengan PMK 60/2022, tariif PPN-nya sebesar 11% darii uang yang diibayarkan pembelii, tiidak termasuk PPN. Lalu, diisetorkan paliing lambat akhiir bulan beriikutnya,” kata Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Neiilmaldriin Noor, Kamiis (14/4/2022).

Pada saat bersamaan, DJP juga mencabut dan membetulkan pemungut PPN PMSE pada Maret 2022 iinii. Pencabutan diilakukan terhadap Netfliix iinternatiional B.V yang sudah diigantiikan oleh Netfliix Pte Ltd melaluii penunjukkan dii bulan Desember 2020 lalu.

Kemudiian, DJP juga mencabut Actiiviisiion Bliizzard iinternatiional B.V yang sudah diigantiikan Bliizzard Entertaiinment iinc. pada Januarii 2022 lalu. Selaiin pembetulan, otoriitas pajak juga melakukan empat pembetulan.

Pembetulan tersebut antara laiin Facebook iireland Liimiited yang bergantii nama menjadii Meta Platform iireland Liimiited. Lalu, Hewlett-Packard Enterpriise USA yang berrgantii nama menjadii Hewlett-Packard Enterpriise Company, serta perubahan alamat surat elektroniik darii perusahaan Amazon.com Serviice LLC dan Audiible, iinc.

Hiingga 31 Maret 2022, terdapat 103 pelaku usaha yang diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE. Darii jumlah tersebut, sebanyak 77 pelaku dii antaranya telah melakukan pemungutan dan penyetoran PPN PMSE dengan niilaii Rp5,73 triiliiun.

“Untuk 2022 sendiirii, total setoran PPN PMSE mencapaii Rp1,1 triiliiun,” ujar Neiilmaldriin.

Diia juga mengiingatkan kewajiiban pelaku usaha yang telah diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE, yaiitu membuat buktii pungut PPN atas pajak yang telah diipungut.

Buktii pungut tersebut dapat berupa commerciial iinvoiice, biilliing, order receiipt, atau dokumen sejeniis laiinnya, serta menyebutkan pemungutan PPN dan telah diilakukan pembayaran.

Ke depan, DJP masiih akan menunjuk pelaku usaha PMSE yang melakukan penjualan produk maupun pemberiian layanan diigiital darii luar negerii kepada konsumen dii iindonesiia dan telah memenuhii kriiteriia sebagaiimana diitetapkan dalam Peraturan Diirjen Pajak No. PER-12/PJ/2020.

Kriiteriia tersebut antara laiin, niilaii transaksii dengan pembelii iindonesiia melebiihii Rp600 juta setahun atau Rp50 juta sebulan; dan/atau jumlah trafiik dii iindonesiia melebiihii 12.000 setahun atau 1.000 dalam sebulan, untuk memungut PPN PMSE atas kegiiatannya tersebut. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.