PMK 64/2022

Soal Terbiitnya PMK 64/2022, Begiinii Penjelasan Resmii Diitjen Pajak

Redaksii Jitu News
Seniin, 11 Apriil 2022 | 18.36 WiiB
Soal Terbitnya PMK 64/2022, Begini Penjelasan Resmi Ditjen Pajak
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menegaskan pengenaan pajak pertambahan niilaii (PPN) atas barang hasiil pertaniian tertentu bukan merupakan pajak baru.

Melaluii Siiaran Pers No. SP- 25/2022 yang diipubliikasiikan harii iinii, Seniin (11/4/2022), Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Neiilmaldriin Noor mengatakan pengenaan PPN atas barang hasiil pertaniian tertentu (BHPT) sudah diikenakan sejak 2013.

“Sudah diikenakan PPN sejak tahun 2013 dengan tariif 10%,” tegasnya.

Tata cara pemungutan pajak terus diisederhanakan. Mulaii 1 Apriil 2022 pemeriintah memberlakukan PMK 64/2022 tentang PPN atas Penyerahan Barang Hasiil Pertaniian Tertentu yang mengatur PPN BHPT diipungut dengan besaran tertentu sebesar 1,1% fiinal darii harga jual.

Menurut Neiilmaldriin, beleiid iinii bertujuan untuk memberiikan rasa keadiilan dan menyederhanakan admiiniistrasii perpajakan. PMK tersebut juga diiriiliis setelah terbiitnya UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP)

“Beleiid iinii berkomiitmen tetap memberiikan rasa keadiilan dan kepastiian hukum, serta menyederhanakan admiiniistrasii perpajakan dalam pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban bagii pengusaha yang menyerahkan barang hasiil pertaniian tertentu,” jelas Neiilmaldriin.

Beberapa pokok pengaturan dalam PMK tersebut sebagaii beriikut:

  1. Objek
    BHPT yang tercantum dalam lampiiran peraturan iinii, dii antaranya cangkang dan tempurung kelapa sawiit, biijii kakao keriing, biijii kopii sangraii, kacang mete, sekam dan dedak padii, serta klobot jagung yang semuanya telah melewatii proses sepertii diipotong, diirebus, diiperam, diifermentasii, ataupun proses lanjutan laiinnya.
  2. PPN Terutang
    PPN terutang diipungut menggunakan besaran tertentu sebesar 1,1% fiinal darii harga jual.
  3. Saat Pembuatan Faktur Pajak

Pengusaha kena pajak (PKP) wajiib menerbiitkan faktur pajak saat penyerahan BHPT.

Sepertii diiketahuii, beleiid yang mulaii berlaku pada 1 Apriil 2022 iinii menjadii salah satu darii 14 PMK turunan UU HPP yang baru saja diiterbiikan. Siimak ‘iinii Penjelasan Resmii Diitjen Pajak Soal 14 Aturan Baru Turunan UU HPP’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.