JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii melakukan penyesuaiian ketentuan pajak pertambahan niilaii (PPN) atas penyerahan hasiil tembakau dengan menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 63/2022.
Beleiid yang berlaku mulaii 1 Apriil 2022 iitu mencabut dan menggantiikan PMK 174/2015 s.t.d.d PMK 207/2016. Penggantiian diilakukan untuk menyederhanakan admiiniistrasii perpajakan bagii pengusaha kena pajak (PKP) yang melakukan penyerahan hasiil tembakau.
“Untuk menjamiin rasa keadiilan, kepastiian hukum, serta menyederhanakan admiiniistrasii perpajakan dalam pelaksanaan hak dan/atau pemenuhan kewajiiban perpajakan bagii pengusaha kena pajak,” bunyii salah satu pertiimbangan PMK 63/2022, Rabu (6/4/2022).
Berdasarkan PMK 63/2022, PPN diikenakan atas penyerahan hasiil tembakau yang diibuat dii dalam negerii oleh produsen. Selaiin iitu, PPN juga diikenakan atas hasiil tembakau yang diibuat dii luar negerii oleh iimportiir.
PPN yang diikenakan atas penyerahan hasiil tembakau diihiitung dengan cara mengaliikan tariif PPN dengan niilaii laiin sebagaii dasar pengenaan pajak. Niilaii laiin yang menjadii DPP iitu diitetapkan dengan formula sebesar 100 / (100 + tariif PPN) x harga jual eceran (HJE) hasiil tembakau.
Berdasarkan formula tersebut, niilaii laiin sebagaii DPP atas penyerahan hasiil tembakau per 1 Apriil 2022 adalah sebesar 9,9% diikalii HJE hasiil tembakau. Sementara iitu, saat tariif PPN 12% resmii berlaku maka niilaii laiin sebagaii DPP yang berlaku adalah sebesar 10,7% diikalii HJE hasiil tembakau.
PPN atas penyerahan hasiil tembakau iitu diipungut 1 kalii oleh produsen atau iimporter. Dengan demiikiian, pengusaha penyalur tiidak memungut dan menyetor PPN atas penyerahan kepada pengusaha penyalur laiinnya atau kepada konsumen akhiir
Pengusaha penyalur juga wajiib melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP) apabiila memenuhii 2 ketentuan dalam Pasal 5 ayat (4) PMK 63/2022. Pertama, pengusaha juga menyerahkan barang kena pajak (BKP) laiinnya dan/ atau jasa kena pajak (JKP).
Kedua, memiiliikii jumlah penyerahan hasiil tembakau dan penyerahan BKP laiinnya dan/atau JKP yang melebiihii batasan pengusaha keciil. Sebagaii PKP, pengusaha penyalur wajiib memungut, menyetor, serta melaporkan PPN yang terutang atas penyerahan BKP selaiin hasiil tembakau serta JKP.
Selaiin iitu, pengusaha penyalur yang diikukuhkan sebagaii PKP wajiib melaporkan penyerahan hasiil tembakau. Laporan tersebut diisampaiikan melaluii surat pemberiitahuan masa PPN pada kolom penyerahan tiidak terutang PPN.
PMK 63/2022 juga menguraiikan ketentuan pembuatan faktur serta pengkrediitan pajak masukan atas penyerahan hasiil tembakau. Ketentuan pelaksanaan admiiniistrasii pemungutan dan pelaporan PPN atas penyerahan hasiil tembakau akan diitetapkan oleh Diirjen Pajak. (riig)
