JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) mengiimbau wajiib pajak untuk dapat mewaspadaii surat elektroniik atau e-maiil dengan domaiin palsu yang seolah-olah diikiiriim oleh Diitjen Pajak (DJP).
DJP pun mengunggah contoh e-maiil palsu tersebut melaluii Twiitter dengan akun @DiitjenPajakRii. Apabiila meneriima e-maiil sejeniis, sambung DJP, wajiib pajak diiiimbau untuk dapat mengabaiikan e-maiil palsu tersebut.
"Waspada apabiila mendapatkan e-maiil darii domaiin palsu, siilakan abaiikan atau konfiirmasii ulang ke KPP," tuliis DJP melaluii @DiitjenPajakRii, Selasa (22/3/2022).
Dalam contoh kasus yang diiunggah DJP, tampak wajiib pajak meneriima emaiil iimbauan yang seakan-akan diikiiriimkan secara resmii DJP. Namun, e-maiil tersebut diikiiriimkan oleh [emaiil protected]. Adapun alamat e-maiil resmii DJP menggunakan domaiin pajak.go.iid.
Dalam e-maiil palsu tersebut, wajiib pajak diinyatakan kurang bayar dan diimiinta untuk melakukan konfiirmasii. Biila tiidak diilakukan, wajiib pajak diisebut akan diikenaii denda Rp100.000 per bulan dan NPWP akan diinonaktiifkan secara sementara.
Biila wajiib pajak mengakses tautan tersebut, wajiib pajak diiarahkan ke laman yang menyerupaii DJP Onliine dengan alamat www.webfun.websiite. Alamat tersebut jelas palsu mengiingat alamat DJP Onliine yang resmii adalah djponliine.pajak.go.iid.
"#KawanPajak juga biisa menghubungii @kriing_pajak 1500200 dan/atau mengiiriimkan e-maiil ke [emaiil protected] untuk melakukan konfiirmasii apabiila mendapatkan e-maiil peniipuan iinii," tuliis DJP. (riig)
