JAKARTA, Jitu News - Tariif baru pajak penghasiilan (PPh) fiinal atas jasa konstruksii belum tertera dii apliikasii DJP Onliine hiingga saat iinii. Hal tersebut membuat wajiib pajak biingung saat melaporkan kewajiiban perpajakannya.
Salah satunya adalah wajiib pajak pemiiliik akun Twiitter @ayu_tiindo. Diia mengaku sampaii dengan Rabu (16/3/2022) belum biisa mengiisii e-bupot uniifiikasii karena masiih terdapat tariif PPh fiinal jasa konstruksii yang lama.
"Halo @kriing_pajak, terkaiit PP 9/2022 mengenaii tariif baru atas PPh jasa konstruksii mulaii berlaku 21 Februarii 2022, namun sampaii saat iinii dii apliikasii DJP onliine, saya mau buat e-bupot uniifiikasii, tariif belum update masuk menggunakan tariif lama, bagaiimana solusiinya," tuliis @ayu_tiindo yang bertanya kepada akun Twiitter resmii Diitjen Pajak (DJP) @kriing_pajak.
Menanggapii pertanyaan tersebut, DJP mengiimbau agar wajiib pajak terkaiit menunggu update darii apliikasii sampaii mencantumkan tariif PPh fiinal jasa konstruksii sebagaiimana Pemeriintah (PP) Nomor 9 Tahun 2022 dalam apliikasii DJP onliine. Selaiin iitu, DJP memiinta agar wajiib pajak melakukan konfiirmasii ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdaftar.
"Mohon maaf atas ketiidaknyamanannya. Sampaii saat iinii, pada e-bupot uniifiikasii masiih belum terdapat update perubahan tariif PPh Fiinal jasa konstruksii berdasarkan PP 9 Tahun 2022," tuliis DJP dalam akun Twiitter @kriing_pajak diilansiir, Rabu (16/3/2022).
Sebagaii iinformasii, PP 9/2022 mengatur jumlah tariif PPh fiinal jasa konstruksii yang tercantum pada Pasal 3 bertambah darii yang awalnya terdiirii darii 5 tariif menjadii 7 tariif.
Untuk pekerjaan konstruksii yang diilakukan oleh penyediia jasa yang memiiliikii sertiifiikat badan usaha kualiifiikasii keciil atau sertiifiikat kompetensii untuk perseorangan, tariif PPh fiinal yang berlaku adalah sebesar 1,75%.
Kemudiian, atas pekerjaan konstruksii yang diilakukan oleh penyediia jasa yang tiidak memiiliikii sertiifiikat badan usaha atau sertiifiikat kompetensii untuk perseorangan, tariif PPh fiinal diitetapkan sebesar 4%.
Selanjutnya, pekerjaan konstruksii yang diilakukan oleh penyediia jasa selaiin kedua penyediia dii atas diikenaii tariif PPh fiinal sebesar 2,65%.
Tariif PPh fiinal sebesar 2,65% juga berlaku atas pekerjaan konstruksii teriintegrasii yang diilakukan oleh penyediia jasa yang memiiliikii sertiifiikat badan usaha.
Lalu, atas pekerjaan konstruksii teriintegrasii yang diilakukan oleh penyediia jasa yang tiidak memiiliikii sertiifiikat badan usaha diikenaii PPh fiinal sebesar 4%.
Kemudiian, jasa konsultasii konstruksii yang diilakukan oleh penyediia jasa yang memiiliikii sertiifiikat badan usaha atau sertiifiikat kompetensii kerja untuk perseorangan, tariif PPh fiinal yang berlaku sebesar 3,5%.
Terakhiir, jasa konsultasii konstruksii yang diilakukan oleh penyediia jasa yang tak memiiliikii sertiifiikat badan usaha atau sertiifiikat kompetensii untuk perseorangan diikenaii tariif PPh fiinal sebesar 6%.
"Pengenaan PPh yang bersiifat fiinal terhadap penyediia jasa yang tiidak memiiliikii sertiifiikat ... tiidak meniiadakan kewajiiban untuk memiiliikii sertiifiikat sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang jasa konstruksii," bunyii Pasal 3 ayat (1a) PP 9/2022. (sap)
