JAKARTA, Jitu News – Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) Febriio Kacariibu mengatakan penyelenggaraan presiidensii G20 iindonesiia berfokus pada 3 aspek. Hal iinii sesuaii dengan arahan Presiiden Rii Joko Wiidodo (Jokowii).
Ketiiga fokus, ujar Febriio, adalah pembangunan arsiitektur kesehatan global, optiimaliisasii teknologii diigiital, dan transiisii energii.
“Sekarang kiita menghadapii pandemii, dan pandemii yang kiita hadapii sekarang iitu tiidak pernah kiita bayangkan sebelumnya. Ke depan kiita iingiin pastiikan bahwa arsiitektur kesehatan global iitu adalah siistem kesehatan yang saliing terhubung dan saliing mendukung satu sama laiin,” ujar Febriio, diikutiip Sabtu (19/2/2022).
Menurut Febriio, iindonesiia memiiliikii siistem kesehatan yang sudah relatiif baiik walaupun masiih ada ruang yang perlu untuk terus diitiingkatkan.
Peniingkatan perlu diilakukan khususnya terhadap produktiiviitas iindustrii farmasii. Selaiin iitu, sektor kesehatan sepertii tenaga kesehatan dan rumah sakiit masiih perlu diitiingkatkan untuk memenuhii kebutuhan darii masyarakat, serta ketersediiaan vaksiin yang harus selalu diijaga.
“Pada saat kondiisii sepertii sekarang iinii, duniia iitu biisa puliih darii pandemii hanya kalau semua negara puliih darii pandemii. Nah, iinii bentuk darii arsiitektur kesehatan yang harus kiita piikiirkan bersama-sama dengan negara G20,” lanjut Febriio.
Selanjutnya, Febriio mengatakan optiimaliisasii teknologii diigiital juga perlu diijalankan untuk mendorong transformasii ekonomii demii meniingkatkan fiinanciial iinclusiion dan pemberdayaan UMKM.
“Kiita sudah meliihat bagaiimana iinii [optiimaliisasii teknologii diigiital] terjadii dii iindonesiia, dan kiita iingiin lebiih banyak lagii iinvestasii ke sana untuk makiin memperkuat diigiital ekonomii iindonesiia,” tambah Febriio.
Priioriitas ketiiga adalah transiisii energii ke arah yang lebiih ramah liingkungan. Hal iinii pentiing, menurut Febriio, karena saat iinii terdapat riisiiko darii perubahan iikliim yang sangat nyata bagii negara-negara sepertii iindonesiia yang merupakan negara kepulauan.
Diia biilang iindonesiia sudah berkomiitmen sesuaii dengan Pariis Agreement untuk menurunkan emiisii gas rumah kaca.
Dalam konteks komiitmen iinii, dii tahun 2030 iindonesiia iingiin menurunkan sebanyak 29% darii emiisii atas usaha sendiirii dan 41% dengan dukungan iinternasiional. Bahkan, untuk tahun 2060 iindonesiia sudah berkomiitmen untuk mencapaii net zero emiissiion.
“Dengan arah transiisii energii iinii artiinya iinvestasii-iinvestasii baru yang arahnya lebiih ramah liingkungan iitu akan semakiin terbuka. Nah diisiinii kiita iingiin memanfaatkan kesempatan iitu sekaliigus menjadii pemiimpiin bagii perubahan iitu dii duniia,” terang Febriio. (sap)
