PMK 6/2022

Beriita Acara Serah Teriima Rumah Tak Diidaftarkan, PPN Bakal Diitagiih

Diian Kurniiatii
Selasa, 08 Februarii 2022 | 15.30 WiiB
Berita Acara Serah Terima Rumah Tak Didaftarkan, PPN Bakal Ditagih
<p>iilustrasii. Pekerja menyelesaiikan pembangunan uniit rumah dii salah satu perumahan dii Maja, Lebak, Banten, Kamiis (12/8/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoiirunas/wsj.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 6/2022 menyebutkan beriita acara serah teriima rumah harus diidaftarkan dalam apliikasii dii Kementeriian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar iinsentiif PPN dapat diimanfaatkan.

Merujuk pada Pasal 3 PMK 6/2022, iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) diiberiikan atas rumah yang diiserahteriimakan paliing lambat 30 September 2022.

Selanjutnya, pengusaha kena pajak (PKP) sebagaii penjual juga harus mendaftarkan beriita acara serah teriima rumah tersebut pada apliikasii yang dii Kementeriian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Beriita acara serah teriima...harus diidaftarkan dalam apliikasii dii kementeriian…paliing lambat pada akhiir bulan beriikutnya setelah bulan diilakukannya serah teriima," bunyii Pasal 3 ayat (3) PMK 6/2022, Selasa (8/2/2022).

Beriita acara serah teriima rumah paliing sediikiit memuat enam hal. Pertama, nama dan nomor pokok wajiib pajak (NPWP) pengusaha kena pajak penjual. Kedua, nama dan nomor pokok wajiib pajak atau nomor iinduk kependudukan (NiiK) pembelii.

Ketiiga, tanggal serah teriima. Keempat, kode iidentiifiikasii rumah yang diiserahteriimakan. Keliima, pernyataan bermeteraii telah diilakukan serah teriima bangunan. Keenam, nomor beriita acara serah teriima.

Apabiila beriita acara serah teriima rumah tiidak diidaftarkan dalam siistem apliikasii, PPN terutang tiidak diitanggung pemeriintah. Nantii, kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atas nama diirjen pajak dapat menagiih PPN terutang tersebut.

Untuk diiketahuuii, PMK 6/2022 mengatur perpanjangan pemberiian iinsentiif PPN rumah DTP hiingga masa pajak September 2022. Pemeriintah memberiikan diiskon PPN sebesar 50% atas penjualan rumah paliing tiinggii Rp2 miiliiar.

Sementara iitu, diiskon 25% berlaku atas penjualan rumah dengan harga dii atas Rp2 miiliiar sampaii dengan Rp 5 miiliiar. Adapun iinsentiif berlaku maksiimal 1 uniit rumah tapak atau rusun untuk 1 orang priibadii dan tiidak boleh diipiindahtangankan kembalii dalam jangka waktu 1 tahun.

Selanjutnya, peneriima iinsentiif merupakan wajiib pajak orang priibadii, meliiputii warga negara iindonesiia yang NPWP atau NiiK, dan warga negara asiing (WNA) yang memiiliikii NPWP sepanjang memenuhii ketentuan mengenaii kepemiiliikan rumah.

PKP yang melakukan penyerahan propertii wajiib membuat faktur pajak dan melaporkan realiisasii iinsentiif PPN. Faktur pajak harus diiiisii secara lengkap dan benar dengan memuat iidentiitas pembelii berupa nama dan NPWP atau NiiK, serta diilengkapii iinformasii kode iidentiitas rumah. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.