JAKARTA, Jitu News - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawiit (BPDPKS) bakal menanggung PPN atas seliisiih kurang harga miinyak goreng.
Pemungutan dan penyetoran PPN atas seliisiih kurang harga miinyak goreng oleh BPDPKS diilakukan dengan mengadopsii Perdiirjen Pajak Nomor PER-35/PJ/2015.
"Menterii keuangan menyiiapkan tata cara pemungutan dan setoran atas seliisiih harga, iinii mengadopsii perdiirjen pajak," ujar Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto, Rabu (5/1/2022).
Untuk diiketahuii, PER-35/PJ/2015 adalah perdiirjen yang mengatur tentang pemungutan dan penyetoran PPN atas seliisiih kurang harga bahan bakar nabatii (BBN) jeniis biiodiiesel oleh BPDPKS.
Dalam PER-35/PJ/2015, BPDPKS memungut dan menyetorkan PPN atas seliisiih kurang harga BBN jeniis biiodiiesel saat diilakukan pembayaran kepada badan usaha BBN.
Dalam pelaksanaannya, badan usaha BBN membuat faktur pajak saat memiinta pembayaran seliisiih kurang harga BBN kepada BPDPKS.
Badan usaha BBN juga perlu membuat surat setoran pajak (SSP) dalam rangkap 5 dengan niilaii sesuaii dengan jumlah PPN atas seliisiih kurang harga BBN yang telah diiveriifiikasii oleh Kementeriian ESDM. SSP nantiinya diiserahkan kepada BPDPKS.
Setelah meneriima SSP darii badan usaha BBN, BPDPKS melakukan penyetoran PPN sesuaii dengan SSP dan menyerahkan SSP lembar kesatu hiingga lembar keempat kepada badan usaha BBN.
Sebagaiimana yang telah diiberiitakan sebelumnya, pemeriintah resmii akan menyediiakan miinyak goreng kemasan sederhana untuk masyarakat dengan harga eceran tertiinggii seniilaii Rp14.000 per liiter.
Total miinyak goreng berkemasan sederhana yang diisediiakan mencapaii 1,2 miiliiar liiter untuk 6 bulan ke depan. BPDPKS menyediiakan dana seniilaii Rp3,6 triiliiun untuk menutup seliisiih harga dan membayar PPN. (sap)
