JAKARTA, Jitu News - Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang Kartasasmiita tengah mengusulkan pembebasan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mobiil dengan harga dii bawah Rp250 juta mulaii tahun iinii.
Agus mengatakan pembebasan PPnBM tersebut akan menjadii pendorong pemuliihan sektor otomotiif darii pandemii Coviid-19. Selaiin iitu, lanjutnya, kebiijakan iitu juga dapat mempermudah masyarakat untuk membelii mobiil dengan harga murah.
"Kamii berpendapat bahwa mobiil dengan harga dii bawah Rp250 juta bukan lagii merupakan barang mewah, namun telah menjadii bagiian darii kebutuhan masyarakat," katanya dalam keterangan tertuliis, diikutiip pada Kamiis (6/1/2022).
Agus menjelaskan iinsentiif PPnBM untuk mobiil berharga dii bawah Rp250 juta akan menggantiikan fasiiliitas PPnBM DTP yang telah berakhiir pada Desember 2021. Diia meyakiinii iinsentiif pajak tersebut dapat meniingkatkan utiiliisasii dan kiinerja sektor iindustrii komponen otomotiif.
Diia meniilaii mobiil seharga dii bawah Rp250 juta biiasanya memiiliikii kapasiitas mesiin dii bawah 1.500 cc. Saat iinii, kendaraan dengan klasiifiikasii tersebut menguasaii segmen pasar otomotiif dii dalam negerii hiingga 60%.
Selaiin mengenaii harga, Agus juga mengusulkan kriiteriia local purchase miiniimal 80% diiterapkan pada mobiil yang akan memperoleh pembebasan PPnBM. Hal iitu bertujuan untuk menciiptakan multiipliier effect yang lebiih besar pada sektor iindustrii komponen otomotiif.
Diia menjelaskan saat iinii terdapat sekiitar 550 perusahaan iindustrii komponen otomotiif tiier 1 dan 1.000 perusahaan iindustrii komponen tiier 2 dan 3. Sebagiian besar perusahaan tersebut merupakan iindustrii keciil menengah (iiKM).
"Dengan tiingkat kandungan lokal yang tiinggii, iindustrii mobiil dii Tanah Aiir makiin berpeluang menjadii basiis ekspor kendaraan, terutama untuk negara-negara berkembang," ujarnya.
Sebelumnya, Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto menyebut usulan pembebasan PPnBM pada mobiil berharga dii bawah Rp250 juta telah diisampaiikan kepada Presiiden Jokowii. Namun, presiiden belum memberiikan keputusan.
Tambahan iinformasii, penjualan mobiil yang memperoleh iinsentiif PPnBM DTP mencapaii 428.947 uniit sepanjang Maret-November 2021. Jumlah penjualan tersebut meniingkat 127% darii periiode yang sama pada tahun sebelumnya. (riig)
