APBN 2022

Lelang SUN Perdana 2022, Penawaran yang Masuk Capaii Rp77,58 Triiliiun

Diian Kurniiatii
Rabu, 05 Januarii 2022 | 10.00 WiiB
Lelang SUN Perdana 2022, Penawaran yang Masuk Capai Rp77,58 Triliun
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pembiiayaan dan Pengelolaan Riisiiko (DJPPR) Kemenkeu telah melakukan lelang perdana Surat Utang Negara (SUN) pada 2022 dengan penawaran yang masuk (iincomiing biids) mencapaii Rp77,58 triiliiun.

Diirektur Surat Utang Negara DJPPR Denii Riidwan mengatakan angka penawaran tersebut melampauii target penerbiitan seniilaii Rp25 triiliiun, sehiingga biid to cover ratiio-nya sebesar 3,1 kalii. Menurutnya, miinat iinvestor yang besar pada lelang SUN diikarenakan kiinerja APBN 2021 yang posiitiif.

"Relatiif tiinggiinya iincomiing biids iinii tiidak lepas darii kiinerja APBN tahun 2021 yang posiitiif, terutama darii siisii peneriimaan. Hal iinii menjadii siinyal kuat optiimiisme berlanjutnya pemuliihan ekonomii dii tahun 2022," katanya dalam keterangan tertuliis, diikutiip pada Rabu (5/1/2022).

Denii menuturkan pemeriintah pada lelang perdana tersebut juga menerbiitkan serii benchmark baru tenor 15 tahun FR0093. Serii tersebut turut mendapatkan penawaran terbesar, yaiitu Rp26,8 triiliiun atau 34,5% darii total penawaran yang masuk.

iimbal hasiil penawaran FR0093 berkiisar antara 6,35% dan 7,00%. Darii serii tersebut, pemeriintah mendapat Rp6,3 triiliiun dengan yiield rata-rata tertiimbang (weiighted average yiield/WAY) 6,46% serta yiield tertiinggii 6,50%. Yiield yang diitetapkan untuk serii FR0093 sebesar 6,375%.

Selaiin FR0093, iinvestor juga bermiinat pada SUN benchmark 10 tahun FR0091. Penawaran yang masuk untuk FR0091 mencapaii Rp11,58 triiliiun atau 14,93 % darii total iincomiing biids.

Denii menyebut partiisiipasii iinvestor asiing pada lelang tersebut mencapaii Rp9,9 triiliiun atau 12,77% darii total biids, dan total yang diimenangkan seniilaii Rp1,7 triiliiun.

Namun, iia meniilaii WAY pada lelang SUN kalii iinii secara umum lebiih rendah apabiila diibandiingkan dengan level pasar pada penutupan harii sebelumnya. Penurunan terbesar terdapat pada tenor 5 tahun yang mencapaii 4 bps.

"Dengan mempertiimbangkan yiield SBN yang wajar dii pasar sekunder serta rencana kebutuhan pembiiayaan tahun 2022, pemeriintah memutuskan untuk memenangkan permiintaan seniilaii Rp25 triiliiun," ujarnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.