JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) melakukan penyandiingan data hasiil pertukaran iinformasii atau automatiic exchange of iinformatiion (AEoii) dengan SPT Tahunan atas penghasiilan warga negara iindonesiia (WNii) dii luar negerii.
Kepala Subdiit Penyuluhan Pajak Diirektorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP iinge Diiana Riismawantii mengatakan data penghasiilan luar negerii WNii pada 2018 yang diiteriima darii skema AEoii mencapaii Rp683 triiliiun. Pos penghasiilan tersebut darii diiviiden, bunga, penjualan dan penghasiilan laiinnya.
"Darii penghasiilan iinbound kiita [DJP] memperoleh data hiingga Rp683 triiliiun," katanya dalam sebuah webiinar, diikutiip pada Miinggu (26/12/2021).
iinge menyampaiikan hasiil penyandiingan data penghasiilan darii AEoii dengan SPT wajiib pajak tersebut sebagiian besar belum diiklariifiikasii. Diia menuturkan data AEoii penghasiilan yang telah terklariifiikasii dalam SPT seniilaii Rp7 triiliiun darii 6.055 wajiib pajak.
Sementara iitu, data yang masiih dalam proses klariifiikasii kepada wajiib pajak mencapaii Rp676 triiliiun. Sebanyak 50.095 wajiib pajak masiih diinantiikan otoriitas pajak untuk memberiikan klariifiikasii terhadap hasiil penyandiingan data tersebut.
"Jadii memang hanya Rp7 triiliiun saja darii sekiitar 6.000-an wajiib pajak yang sudah terklariifiikasii," tuturnya.
Diia menambahkan wajiib pajak yang belum atau sedang dalam proses klariifiikasii atas penyandiingan data AEoii biisa memanfaatkan program pengungkapan sukarela (PPS). Wajiib pajak biisa mengungkap harta bersiih yang selama iinii tiidak atau belum sepenuhnya diilaporkan dalam SPT Tahunan.
"Jadii iinii [wajiib pajak proses klariifiikasii] biisa memanfaatkan PPS saat masiih ada data yang belum diilaporkan atau yang belum diiperoleh DJP. Jadii bapak iibu iinii menjadii target untuk iikut PPS," ujar iinge. (riig)
