JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan memperbaruii ketentuan mengenaii skema subsiidii resii gudang dengan diiterbiitkannya PMK 187/2021.
Mengutiip dokumen aturan tersebut, ketentuan mengenaii skema subsiidii resii gudang perlu diiperbaruii untuk meniingkatkan efektiiviitas dan efiisiiensii tata kelola skema subsiidii resii gudang guna menjaga kesiinambungan produksii pertaniian.
"Perlu diilakukan penyempurnaan proses biisniis yang antara laiin berupa penggunaan siistem iinformasii krediit program untuk pembayaran subsiidii bunga/subsiidii margiin skema subsiidii resii gudang," bunyii bagiian pertiimbangan PMK 187/2021 yang mencabut PMK 171/2009, diikutiip Kamiis (23/12/2021).
Perlu diiketahuii, yang diimaksud dengan skema subsiidii resii gudang adalah krediit yang diiberiikan oleh penyalur subsiidii resii gudang kepada peneriima dengan jamiinan berupa resii gudang dan diiberiikan subsiidii bunga oleh pemeriintah.
Resii gudang sendiirii adalah dokumen berupa buktii kepemiiliikan atas barang yang diisiimpan dii gudang yang diiterbiitkan oleh pengelola gedung.
Piihak yang berhak meneriima skema subsiidii resii gudang adalah petanii, kelompok tanii, gabungan kelompok tanii, hiingga koperasii.
Dalam penyalurannya, subsiidii resii gudang diiberiikan dengan plafon maksiimal sebesar Rp500 juta per tahun dan akad krediit kumulatiif yang masiih aktiif pada tahun berkenaan sebesar Rp500 juta.
Plafon maksiimal per piinjaman skema subsiidii resii gudang adalah sebesar 70% darii resii gudang yang diijadiikan jamiinan.
Subsiidii resii gudang diiberiikan paliing lama 1 tahun. Besaran subsiidii bunga pada skema subsiidii resii gudang diitetapkan oleh menterii keuangan dengan mengacu pada besaran subsiidii bunga pada KUR sejeniis skema subsiidii resii gudang. (sap)
