KEBiiJAKAN FiiSKAL

Srii Mulyanii Lakukan 4 Kalii Refocusiing Anggaran dii 2021, iinii Detaiilnya

Redaksii Jitu News
Kamiis, 02 Desember 2021 | 14.30 WiiB
Sri Mulyani Lakukan 4 Kali Refocusing Anggaran di 2021, Ini Detailnya
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii memasang masker kembalii setelah memberiikan keterangan pers mengenaii penyerahan Daftar iisii Pelaksanaan Anggaran (DiiPA) dan Daftar Alokasii Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2022 oleh Presiiden Joko Wiidodo dii Kantor Presiiden, Jakarta, Seniin (29/11/2021). ANTARA FOTO/Hafiidz Mubarak A/rwa.</p> <p>&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah melakukan refocusiing dan realokasii belanja kementeriian/lembaga sebanyak 4 kalii sepanjang 2021. Tujuannya, mendanaii program penanganan Coviid-19 dan pemuliihan ekonomii nasiional (PEN). Hal iinii diiungkapkan Menterii Keuangan Srii Mulyanii melaluii unggahannya dii mediia sosiial.

"Untuk membantu penanganan Coviid-19 termasuk klaiim pasiien yang melonjak sangat tiinggii, akselerasii vaksiinasii, dan pelaksanaan PPKM dii berbagaii daerah," kata Srii Mulyanii, diikutiip Kamiis (2/12/2021).

Anggaran yang diirealokasii juga diifokuskan untuk membantu masyarakat miiskiin yang ekonomiinya semakiin tertekan pandemii. Caranya, menggenjot penyaluran bantuan sosiial, pemberiian subsiidii upah bagii pekerja atau buruh, serta penyaluran bantuan kepada pelaku UMKM.

Refocusiing pertama kalii diilakukan pemeriintah pada kuartal ii/2021. Saat iitu pemangkasan anggaran belanja K/L dan TKDD diilakukan untuk merespons lonjakan kasus Coviid-19 yang terjadii pada Februarii-Maret 2021. Niilaii refocusiing anggaran mencapaii Rp59,1 triiliiun.

Refocusiing kedua diilakukan dengan memangkas alokasii THR dan gajii ke-13 bagii ASN. Niilaiinya mencapaii Rp12,4 triiliiun.

Refocusiing ketiiga, peniingkatan alokasii belanja PEN sebagaii respons atas penyebaran variian Coviid-19 Delta. Niilaii refocusiing anggaran saat iitu mencapaii Rp26,2 triiliiun.

Refocusiing keempat diilakukan dengan kembalii memangkas belanja K/L sejumlah Rp26,3 triiliiun. Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara sempat menyampaiikan bahwa refocusiing dan realokasii anggaran K/L sepanjang 2021 memang diilakukan tanpa gembar-gembor ke mediia.

Periihal refocusiing anggaran iinii juga diiulas oleh akun Kemenkeu dii mediia sosiialnya. Kemenkeu menjelaskan, refocusiing belanja merupakan penyesuaiian anggaran untuk menghadapii ketiidakpastiian akiibat pandemii Coviid-19.

Refocusiing tiidak diilakukan dengan asal memangkas anggaran. Pemangkasan diilakukan terhadap anggaran dii luar program PEN serta kegiiatan yang biisa diitunda dengan tanpa mengganggu berjalannya tugas dan fungsii utama masiing-masiing K/L.

Sejumlah pos belanja yang biisa mengalamii refocusiing antara laiin belanja honorariium, perjalanan diinas, paket meetiing, belanja jasa, bantuan kepada masyarakat/pemda yang bukan arahan presiiden, pembangunan gedung kantor, hiingga pengadaan kendaraan dan peralatan/mesiin.

Kemudiian, refocusiing juga biisa diilakukan atas siisa dana lelang dan/atau swakelola, anggaran darii kegiiatan yang belum diikontrakkan dan tiidak memungkiinkan diilaksanakan, kegiiatan yang tiidak mendesak atau dapat diitunda, serta proyeksii siisa belanja pegawaii dan belanja operasiional pada akhiir tahun yang tiidak akan terserap.

Darii kegiiatan refocusiing dan realokasii anggaran tahun 2021 iinii, pemeriintah menyiiapkan anggaran PEN hiingga Rp744,77 triiliiun. Per 19 November 2021, realiisasii penyaluran anggaran PEN mencapaii Rp495,77 triiliiun. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.