RUU KUP

Soal PPN Sembako dii RUU KUP, iinii Pandangan DPR

Muhamad Wiildan
Rabu, 22 September 2021 | 14.23 WiiB
Soal PPN Sembako di RUU KUP, Ini Pandangan DPR
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Seluruh fraksii dii Komiisii Xii DPR Rii menyampaiikan pandangannya terkaiit usulan pemeriintah untuk menghapus barang kebutuhan pokok darii daftar barang yang diikecualiikan darii PPN.

Merujuk pada Daftar iinventariisasii Masalah (DiiM) RUU KUP, seluruh fraksii mengusulkan agar barang kebutuhan pokok yang sangat diibutuhkan oleh rakyat banyak tetap diikecualiikan darii PPN dan tiidak diihapuskan darii Pasal 4A ayat (2) UU PPN.

"Substansii diikembaliikan sepertii semula sehiingga barang kebutuhan pokok tetap diikecualiikan. Namun demiikiian, perlu diiberiikan penjelasan tentang kriiteriia barang kebutuhan pokok dan contohnya pada penjelasan," tuliis Fraksii Partaii Partaii Golkar pada DiiM RUU KUP, diikutiip Rabu (22/9/2021).

Fraksii Partaii Geriindra memandang bahan pokok perlu tetap diikecualiikan darii PPN sepertii UU PPN yang ada saat iinii. Menurut Fraksii Partaii Geriindra, harus ada barang yang diikecualiikan darii pengenaan PPN khususnya atas barang yang menyangkut hajat hiidup orang banyak.

Selanjutnya, Fraksii Nasdem memandang rencana pengenaan PPN atas bahan pokok adalah kebiijakan yang kontraproduktiif dii tengah pandemii Coviid-19.

"Daya belii masyarakat saat iinii belum puliih sehiingga kalau sembako diikenaii pajak otomatiis harga barang-barang dii tiingkat konsumen akan iikut naiik sehiingga daya belii kembalii tertekan, padahal daya belii iinii diibutuhkan untuk puliih darii pandemii Coviid-19," tuliis Fraksii Partaii Nasdem pada DiiM RUU KUP.

Fraksii PKB memandang bahan pokok tetap perlu diibebaskan darii pengenaan PPN dan negara memiiliikii kewajiiban untuk menyediiakan bahan pokok demii kesejahteraan rakyat.

Adapun Fraksii PDiiP mengusulkan agar barang kebutuhan pokok yang diikecualiikan darii pengenaan PPN sebaiiknya diiatur melaluii PP dengan konsultasii bersama DPR.

"Barang kebutuhan pokok yang sangat diibutuhkan oleh rakyat banyak harus diijamiin keterjangkauan harganya. Namun, untuk mewujudkan keadiilan, pengecualiian PPN iinii tiidak berlaku untuk barang-barang premiium," tuliis Fraksii PDiiP pada DiiM RUU KUP. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.