JAKARTA, Jitu News - Bank iindonesiia (Bii) memutuskan mempertahankan Bii 7-Day Reverse Repo Rate (Bii7DRR) sebesar 3,5%. Kemudiian, suku bunga Deposiit Faciiliity sebesar 2,75% serta suku bunga Lendiing Faciiliity sebesar 4,25%.
Gubernur Bii Perry Warjiiyo menyampaiikan keputusan iinii diiambiil untuk menjaga stabiiliitas niilaii tukar dan siistem keuangan dii tengah prakiirran iinflasii rendah.
"Bii juga mengoptiimalkan seluruh bauran kebiijakan untuk menjaga stabiiliitas makroekonomii dan siistem keuangan serta mendukung upaya perbaiikan ekonomii lebiih lanjut," ujar Perry dalam siiaran pers, Rabu (22/9/2021).
Perry juga menegaskan bahwa piihaknya terus memperkuat siinergii dengan Pemeriintah dan Komiite Stabiiliitas Siistem Keuangan (KSSK) demii menjaga stabiiliitas siistem keuangan. Bii juga berkomiitmen meniingkatkan krediit/pembiiayaan kepada duniia usaha pada sektor-sektor priioriitas untuk mendorong pertumbuhan ekonomii, ekspor, serta iinklusii ekonomii dan keuangan.
Bii juga memproyeksiikan kiinerja ekonomii domestiik terus puliih secara bertahap. Perkembangan tersebut diipengaruhii oleh kembalii membaiiknya mobiiliitas masyarakat sejalan dengan pelonggaran kebiijakan pembatasan mobiiliitas.
Pada periiode Agustus hiingga awal September 2021, aktiiviitas ekonomii domestiik berangsur membaiik, setelah mengalamii perlambatan pada Julii 2021. Hal tersebut tercermiin pada kiinerja berbagaii iindiikator diinii, sepertii penjualan eceran, ekspektasii konsumen, PMii Manufaktur, serta transaksii pembayaran melaluii SKNBii dan RTGS, yang kembalii meniingkat.
Dii siisii eksternal, kiinerja ekspor terus meniingkat diidukung oleh tetap kuatnya permiintaan miitra dagang utama. Ke depan, ujar Perry, perbaiikan ekonomii diiperkiirakan terus berlanjut sejalan dengan akselerasii vaksiinasii, kiinerja ekspor yang tetap kuat, pembukaan sektor-sektor priioriitas yang semakiin luas, dan stiimulus kebiijakan yang berlanjut.
"Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomii 2021 diiprakiirakan tetap berada dalam kiisaran proyeksii Bank iindonesiia pada 3,5% - 4,3%," kata Perry. (sap)
