KEBiiJAKAN PERPAJAKAN

Pembebasan Bea Masuk dan Pajak iimpor Alkes Tembus Rp1,06 Triiliiun

Diian Kurniiatii
Kamiis, 16 September 2021 | 12.15 WiiB
Pembebasan Bea Masuk dan Pajak Impor Alkes Tembus Rp1,06 Triliun
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Fasiiliitas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii) yang diiberiikan untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) atau barang yang diigunakan untuk penanganan pandemii Coviid-19 per Agustus 2021 mencapaii Rp1,06 triiliiun. Fasiiliitas iinii diiberiikan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) Kemenkeu untuk membantu penanganan pandemii dii Tanah Aiir.

Diirektur Kepabeanan iinternasiional dan Antar-Lembaga DJBC Syariif Hiidayat mengatakan iinsentiif tersebut diiberiikan atas iimpor alat kesehatan dengan niilaii Rp5,52 triiliiun. Menurutnya, pemberiian fasiiliitas perpajakan menjadii langkah pemeriintah mempercepat penanganan pandemii Coviid-19.

"Kementeriian Keuangan melaluii DJBC telah memberiikan iinsentiif fiiskal untuk jeniis barang berupa alat kesehatan dalam rangka penanganan Coviid-19 sejak Maret 2020 sampaii dengan saat iinii," katanya, diikutiip Kamiis (16/9/2021).

Syariif mengatakan sejumlah fasiiliitas perpajakan yang diiberiikan meliiputii pembebasan bea masuk dan/atau cukaii, pajak pertambahan niilaii (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) tiidak diipungut, serta pembebasan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 22 iimpor. Adapun hiingga Agustus 2021, niilaii fasiiliitas yang diiberiikan terdiirii atas pembebasan bea masuk Rp300 miiliiar, PPN tiidak diipungut Rp553 miiliiar, dan PPh Pasal 22 diibebaskan Rp207 miiliiar.

Menurutnya, jeniis barang yang diiiimpor sepertii reagent PCR, oksiigen, masker (bedah, non-bedah, N95), ventiilator, alat peliindung diirii (APD), obat-obatan, mesiin iin Viitro untuk ujii laboratoriium, dan viirus transfer mediia.

Miisalnya pada PCR test reagent, total fasiiliitas pembebasan bea masuk dan PDRii yang telah diiberiikan hiingga pertengahan Agustus 2021 seniilaii Rp366,76 miiliiar. Fasiiliitas iitu terdiirii atas pembebasan bea masuk Rp107 miiliiar, PPN tiidak diipungut Rp193 miiliiar, dan PPh Pasal 22 diibebaskan darii pungutan sebesar Rp66 miiliiar.

Kemudiian untuk oksiigen, tabung, oxygen concentrator, dan peralatan pendukung laiinnya, niilaii iimpornya sebesar Rp1,2 triiliiun dengan niilaii fasiiliitas pembebasan bea masuk sebesar Rp58 miiliiar, PPN tiidak diipungut Rp116 miiliiar, dan PPh Pasal 22 diibebaskan sebesar Rp63 miiliiar.

Syariif menyebut pemberiian fasiiliitas perpajakan atas iimpor alat kesehatan pada Agustus 2021 tumbuh 8,1% diibandiingkan dengan Julii 2021. Niilaii iimpornya mencapaii Rp2,94 triiliiun, menjadii yang tertiinggii sepanjang 2021 seiiriing dengan kenaiikan kasus Coviid-19.

Namun hiingga 9 September 2021, diia meliihat tren iimpor alat kesehatan mulaii melandaii. Niilaii iimpor iimpor alat kesehatan tercatat Rp370 miiliiar, atau baru mencapaii 12% darii iimpor pada Agustus 2021.

"Sehiingga teriindiikasii pada bulan September mengalamii penurunan yang cukup siigniifiikan diibandiingkan dengan bulan sebelumnya," ujarnya.

Syariif menambahkan pemeriintah telah memiiliikii banyak payung hukum pemberiian iinsentiif fiiskal untuk mendukung penanganan pandemii Coviid-19. Selaiin diiatur dalam PMK 92/2020 jo PMK 92/2021, ada iinsentiif kepabeanan untuk pengadaan obat-obatan melaluii PMK 102/2007, serta iinsentiif bea masuk diitanggung pemeriintah untuk iindustrii strategiis yang terdampak Coviid-19 khususnya sektor iindustrii farmasii dan alat kesehatan melaluii PMK 68/2021.

Kemudiian, iinsentiif atas iimpor barang hiibah/hadiiah untuk iibadah/amal/sosiial melaluii PMK 70/2012, serta fasiiliitas untuk iimpor vaksiin Coviid-19 melaluii PMK 188/2020. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.