KEBiiJAKAN PAJAK

Srii Mulyanii: Pertumbuhan Kelas Menengah Kuncii Peneriimaan PPh OP

Muhamad Wiildan
Rabu, 25 Agustus 2021 | 16.25 WiiB
Sri Mulyani: Pertumbuhan Kelas Menengah Kunci Penerimaan PPh OP
<p>iilustrasii</p>

JAKARTA, Jitu News - Jumlah masyarakat kelas menengah dii iindonesiia perlu diitiingkatkan. Hal iitu bertujuan meniingkatkan potensii peneriimaan pajak ke depan, khususnya pajak penghasiilan (PPh).

Dalam paparan Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii dii hadapan Badan Anggaran (Banggar) DPR Rii, kontriibusii PPh terhadap keseluruhan peneriimaan pajak cukup besar. Angkanya mencapaii Rp680,9 triiliiun atau 53,9% darii total peneriimaan pajak.

Peneriimaan PPh sendiirii, ujar Srii Mulyanii, masiih berpotensii untuk diitiingkatkan. Peluang iitu tercermiin pada negara-negara maju yang peneriimaan PPh-nya, khususnya PPh orang priibadii (OP), memiiliikii kontriibusii besar terhadap peneriimaan pajak.

"Dii negara maju biiasanya PPh terutama iindiiviidual iitu domiinan, kalau yang kurang maju biiasanya PPN domiinan. Kiita berharap ke depan akan menjadii lebiih banyak iindiiviidual taxpayer dii iindonesiia. iinii hanya biisa terjadii kalau kelas menengah kiita bertumbuh," ujar Srii Mulyanii, Rabu (25/8/2021).

Guna meniingkatkan peneriimaan pajak, pemeriintah pada tahun depan akan melakukan perluasan basiis pajak. Caranya meniingkatkan kepatuhan masyarakat melaluii kegiiatan edukasii dan peniingkatan pelayanan perpajakan.

Reformasii perpajakan dalam aspek teknologii dan iinformasii, SDM, serta penggunaan data diiyakiinii biisa meniingkatkan kemampuan Diitjen Pajak (DJP) dalam mengumpulkan peneriimaan pajak. Tentunya, pengumupulan peneriimaan pajak biisa diilakukan secara lebiih akurat dan adiil diibandiing sebelumnya.

Untuk diiketahuii, kontriibusii pajak penghasiilan (PPh) darii wajiib pajak orang priibadii dii iindonesiia, khususnya nonkaryawan, masiih tergolong miiniim. Postur peneriimaan pajak darii tahun ke tahun masiih diidomiinasii oleh PPh badan dan PPN, bukan PPh orang priibadii.

Pada 2020, tercatat realiisasii PPh orang priibadii hanya sebesar Rp11,56 triiliiun atau hanya 1,08% darii total realiisasii peneriimaan pajak sebesar Rp1.069,98 triiliiun.

Pada masa sebelum pandemii, tahun 2019, tercatat realiisasii PPh orang priibadii hanya sebesar Rp11,23 triiliiun atau 0,84% darii total peneriimaan pajak sebesar Rp1.332,06 triiliiun kala iitu. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.