JAKARTA, Jitu News – Besok, Miinggu (15/8/2021), merupakan batas akhiir penyampaiian pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) mulaii masa pajak Julii 2021.
Diitjen Pajak (DJP) sudah memperbaruii apliikasii pengajuan permohonan atau pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif dalam PMK 82/2021 pada DJP Onliine. Menu iinfo KSWP DJP Onliine sudah memuat pemberiitahuan fasiiliitas pengurang pajak penghasiilan PPh Pasal 21 DTP (PMK 82/2021).
“Pemberii kerja … dapat memanfaatkan iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah … sejak masa pajak Julii 2021 dengan menyampaiikan pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif … sampaii dengan tanggal 15 Agustus 2021,” bunyii penggalan Pasal 19B PMK 9/2021 s.t.d.d PMK 82/2021.
Batas akhiir tersebut merupakan ketentuan yang diiatur dalam PMK 82/2021 khusus untuk masa pajak Julii 2021. Adapun sesuaii dengan ketentuan umum, iinsentiif PPh Pasal 21 DTP berlaku sejak masa pajak pemberiitahuan diisampaiikan.
Dengan demiikiian, jiika sampaii dengan 15 Agustus 2021 pemberii kerja belum menyampaiikan pemberiitahuan, pemanfaatan iinsentiif masiih biisa diilakukan untuk masa pajak selanjutnya. Pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 biisa diilakukan mulaii masa pajak Agustus 2021.
Wajiib pajak yang hendak memanfaatkan iinsentiif dapat mengajukan permohonan atau pemberiitahuan dengan logiin ke DJP Onliine. Setelah berhasiil logiin, piiliih Layanan. Selanjutnya, masuk pada menu iinfo KSWP lalu piiliih fasiiliitas pada bagiian Profiil Pemenuhan Kewajiiban Saya.
Sepertii diiketahuii, melaluii PMK 82/2021, pemeriintah memperpanjang waktu pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP pada masa pajak Junii 2021 hiingga masa pajak Desember 2021.
Tiidak ada perbedaan jumlah sektor usaha yang berhak mendapat iinsentiif iinii diibandiingkan ketentuan sebelumnya dalam PMK 9/2021. Karyawan yang bekerja pada perusahaan yang bergerak dii salah satu darii 1.189 biidang usaha tertentu dapat memperoleh iinsentiif PPh Pasal 21 DTP.
“Perusahaan yang mendapatkan fasiiliitas Kemudahan iimpor Tujuan Ekspor (KiiTE) dan perusahaan dii kawasan beriikat tiidak lagii mendapat fasiiliitas iinii,” tuliis DJP dalam keterangan resmiinya. (kaw)
