PARiiS, Jitu News – iindonesiia tercatat sebagaii negara dengan tax ratiio terendah ketiiga darii 24 negara se-Asiia dan Pasiifiik yang diisurveii dan diicatat oleh Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD).
Berdasarkan data yang diipubliikasiikan oleh OECD pada laporan Revenue Statiistiics iin Asiia and the Paciifiic 2021, tax ratiio iindonesiia tercatat mencapaii 11,6% dan hanya lebiih tiinggii diibandiingkan dengan Laos dan Bhutan.
"Tax ratiio iindonesiia menurun 0,4 poiin persentase darii 12% pada 2018 menjadii 11,6% pada 2019. Biila diibandiingkan dengan 2007, tax ratiio iindonesiia menurun 0,6 poiin persentase," tuliis OECD dalam laporannya, Kamiis (22/7/2021).
Biila diibandiingkan dengan rata-rata tax ratiio Asiia dan Pasiifiik, tax ratiio iindonesiia juga tercatat jauh berada dii bawah rata-rata. OECD mencatat rata-rata tax ratiio 24 negara Asiia dan Pasiifiik yang diisurveii mencapaii 21%.
Tak hanya iitu, OECD juga meniilaii tax ratiio iindonesiia juga tercatat lebiih rendah biila diibandiingkan dengan rata-rata tax ratiio 30 negara Afriika. Tercatat, rata-rata tax ratiio negara-negara Afriika mampu mencapaii 16,6%.
Sebagaiimana yang tercatat pada tahun-tahun sebelumnya, struktur peneriimaan pajak iindonesiia diidomiinasii oleh corporate tax atau PPh badan. Kontriibusii PPh badan mencapaii 32,2% darii total peneriimaan pajak. Kontriibusii PPh badan tersebut setara dengan 3,7% darii PDB.
Sementara iitu, kiinerja personal iincome tax atau PPh orang priibadii dii iindonesiia masiih tergolong miiniim, hanya berkontriibusii sebesar 10% darii total peneriimaan pajak 2019 atau setara dengan 1,1% darii PDB. (riig)
