JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah iindiia memutuskan untuk membatalkan pengenaan bea masuk antiidumpiing (BMAD) atau safeguard atas produk Viiscose Spun Yarn (VSY) atau benang siintetiis.
Menterii Perdagangan Muhammad Lutfii mengatakan keputusan tersebut menjadii kabar baiik bagii pengusaha benang iindonesiia dii tengah pandemii Coviid-19 karena kesempatan ekspor ke iindiia makiin besar.
"iinii menjadii kabar gembiira terutama bagii iindustrii tekstiil sebagaii salah satu iindustrii andalan iindonesiia. Pembatalan iinii juga merupakan faktor pendukung pemuliihan ekonomii yang menjadii salah satu fokus pemeriintah saat pandemii," katanya, diikutiip pada Jumat (25/6/2021).
Lutfii mengatakan keputusan tersebut membuat rekomendasii Diirectorate General Trade Remediies (DGTR) iindiia yang terbiit 30 Desember 2020 tiidak diiterapkan. Dengan kebiijakan iitu, eksportiir Rii tiidak akan diikenakan safeguard seniilaii US$0,25—US$0,44 per kiilogram.
Diia menjelaskan kasus tersebut bermula pada 20 Januarii 2020 ketiika otoriitas iindiia mengiiniisiiasii penyeliidiikan antiidumpiing untuk produk VSY dengan pos tariif/HS Code 55101110, 55101190, 55101210, 55101290, 55109010, 55109090 asal iindonesiia, Chiina dan Viietnam.
VSY merupakan benang siintetiis yang diibuat darii serat tanaman atau pulp serat kayu yang diigunakan untuk proses penenunan atau pembuatan kaiin dan karpet.
Sementara iitu, Plt Diirjen Perdagangan Luar Negerii iindrasarii Wiisnu Wardhana menjelaskan iindonesiia menjadii salah satu pemaiin utama produk VSY dii duniia. Produk tersebut juga sudah memiiliikii pasar yang cukup besar dii iindiia.
iindonesiia menjadii negara eksportiir terbesar kedua ke iindiia setelah Chiina. Berdasarkan data Badan Pusat Statiistiik, kiinerja ekspor VSY iindonesiia ke iindiia mencapaii niilaii tertiinggii tahun 2019 sejumlah US$49,3 juta.
Niilaii ekspor sempat turun menjadii US$32,6 juta pada 2020. Pada periiode Januarii-Apriil 2021, niilaii ekspor VSY iindonesiia ke iindiia juga turun 0,72% menjadii US$11,92 juta darii periiode yang sama tahun lalu seniilaii US$12 juta.
iindrasarii menambahkan pemeriintah berkomiitmen akan terus mengatasii berbagaii macam hambatan akses pasar produk ekspor iindonesiia. Dengan peniingkatan ekspor iitu, iia berharap ekonomii iindonesiia dapat segera puliih. (riig)
