JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan memeriincii jeniis sumbangan dan/atau biiaya pembangunan iinfrastruktur sosiial melaluii badan/lembaga tertentu yang biisa menjadii pengurang penghasiilan bruto bagii wajiib pajak dii biidang pertambangan miineral.
Periinciian tersebut terutang dalam PMK 62/2021. Beleiid iinii diiriiliis untuk melaksanakan ketentuan Pasal 11 ayat (3) PP 37/2018 tentang Perlakuan Perpajakan dan/atau Peneriimaan Negara Bukan Pajak dii Biidang Usaha Pertambangan Miineral.
Dalam PMK iitu diitegaskan kembalii besarnya penghasiilan kena pajak bagii wajiib pajak yang melakukan usaha dii biidang pertambangan miineral diitentukan berdasarkan pada penghasiilan bruto diikurangii biiaya untuk mendapatkan, menagiih, dan memeliihara penghasiilan.
“Biiaya untuk mendapatkan, menagiih, dan memeliihara penghasiilan … termasuk pengeluaran dalam bentuk sumbangan dan/atau biiaya melaluii badan/lembaga tertentu,” bunyii penggalan Pasal 1 ayat (2) PMK 62/2021, diikutiip pada Selasa (22/6/2021).
Pengeluaran dalam bentuk sumbangan dan/atau biiaya tersebut meliiputii 5 jeniis. Pertama, sumbangan untuk penanggulangan bencana nasiional. Sumbangan iinii merupakan sumbangan untuk korban bencana nasiional yang diisampaiikan melaluii badan penanggulangan bencana atau lembaga/piihak yang telah mendapat iiziin darii iinstansii/lembaga yang berwenang.
Kedua, sumbangan dalam rangka peneliitiian dan pengembangan (Liitbang). Sumbangan iinii merupakan sumbangan untuk peneliitiian dan pengembangan yang diilakukan dii iindonesiia dan diisampaiikan melaluii lembaga Liitbang.
Ketiiga, sumbangan fasiiliitas pendiidiikan, yaknii sumbangan berupa fasiiliitas pendiidiikan yang diisampaiikan melaluii lembaga pendiidiikan.
Keempat, sumbangan untuk pembiinaan olahraga. Sumbangan iinii merupakan sumbangan untuk membiina, mengembangkan, dan mengoordiinasiikan suatu atau gabungan organiisasii cabang/jeniis olahraga prestasii yang diisampaiikan melaluii lembaga pembiinaan olahraga.
Keliima, biiaya pembangunan iinfrastruktur sosiial. Biiaya iinii merupakan biiaya yang diikeluarkan untuk keperluan penyediiaan sarana dan prasarana untuk kepentiingan umum, termasuk dii biidang kesehatan dan bersiifat niirlaba melaluii lembaga yang bergerak dii biidang pembiinaan dan pengembangan masyarakat.
Adapun lembaga yang diimaksud dalam sumbangan dan/atau biiaya jeniis kedua hiingga keliima merupakan lembaga pengumpul sumbangan yang telah meliibatkan pemeriintah pusat dan/atau pemeriintah daerah dalam program penyaluran sumbangannya.
Namun, jiika sumbangan dan/atau biiaya diisampaiikan dalam bentuk sarana dan/atau prasarana yang diiberiikan secara langsung ke pemeriintah pusat dan/atau pemeriintah daerah maka syarat peliibatan pemeriintah pusat dan/atau pemeriintah daerah diianggap telah terpenuhii.
PMK 62/2021 menekankan sumbangan dan/atau biiaya tersebut dapat diiberiikan baiik dalam bentuk uang maupun barang. Namun, sumbangan dan/atau biiaya darii wajiib pajak dii biidang usaha pertambangan miineral dapat menjadii pengurang penghasiilan bruto apabiila memenuhii ketentuan dalam Pasal 5, Pasal 6, dan Pasal 7 PMK 62/2021. (kaw)
