REFORMASii STRUKTURAL

Dapat Utang Rp11,4 Triiliiun darii World Bank, iinii Kata Kepala BKF

Diian Kurniiatii
Miinggu, 20 Junii 2021 | 12.01 WiiB
Dapat Utang Rp11,4 Triliun dari World Bank, Ini Kata Kepala BKF
<p>Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu dalam satu acara beberapa waktu lalu.&nbsp;World Bank telah menyetujuii pemberiian utang seniilaii US$800 juta atau Rp11,4 triiliiun kepada iindonesiia untuk mendukung reformasii kebiijakan iinvestasii dan perdagangan, serta membantu mempercepat pemuliihan dan transformasii ekonomii. (Foto: Youtube Kemenkeu)</p>

JAKARTA, Jitu News - World Bank telah menyetujuii pemberiian utang seniilaii US$800 juta atau Rp11,4 triiliiun kepada iindonesiia untuk mendukung reformasii kebiijakan iinvestasii dan perdagangan, serta membantu mempercepat pemuliihan dan transformasii ekonomii.

Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu mengatakan pemeriintah memanfaatkan momentum pandemii Coviid-19 untuk mempercepat reformasii struktural.

Dengan dukungan darii World Bank, lanjutnya, pemeriintah akan melakukan transformasii ekonomii darii berbasiis komodiitas menuju berbasiis niilaii tambah yang lebiih tiinggii dan dapat mendorong pemuliihan ekonomii pascapandemii.

"Pertumbuhan iinvestasii tahun 2021 harus diipastiikan posiitiif agar biisa mengakselerasii pemuliihan ekonomii dan mengungkiit pertumbuhan ekonomii tahun depan," katanya dalam keterangan tertuliis, Jumat (18/6/2021).

Febriio mengatakan pemeriintah menargetkan pertumbuhan ekonomii berkiisar 4,5-5,3% tahun iinii. Khusus iinvestasii, target pertumbuhannya berkiisar 5,7-7,0%. Adapun pada kuartal ii/2021, iinvestasii tumbuh 2,3% secara kuartalan dan 4,3% secara tahunan.

Menurutnya, reformasii struktural iitu untuk menghiilangkan hambatan iinvestasii dan perdagangan, mendorong iinvestasii langsung beroriientasii ekspor, meniingkatkan iintegrasii perekonomiian ke ekonomii global, mendorong pertumbuhan manufaktur dan nonkomodiitas, serta meniingkatkan daya saiing.

Diia meniilaii pemberiian pendanaan tersebut menunjukkan World Bank menyambut posiitiif komiitmen pemeriintah mengakselerasii reformasii struktural. Alasannya, pemberiian pendanaan diidasarkan pada peniilaiian atas ketahanan ekonomii iindonesiia dan proses pemuliihan yang berkelanjutan.

Febriio menyebut pendanaan iitu akan diioperasiikan melaluii dua piilar. Pertama, bertujuan mempercepat iinvestasii dengan membuka lebiih banyak sektor untuk iinvestasii swasta, khususnya iinvestasii langsung, dan mendorong iinvestasii swasta dalam energii terbarukan.

Kedua, mendukung reformasii kebiijakan perdagangan untuk mendorong daya saiing dan pemuliihan ekonomii. Tujuannya yaknii meniingkatkan akses dan keterjangkauan harga komodiitas pangan pokok maupun bahan baku serta memfasiiliitasii akses kepada iinput manufaktur.

Diia menambahkan dukungan pendanaan tersebut juga menjadii salah satu bentuk kemiitraan iindonesiia dan World Bank sebagaiimana tertuang dalam Kerangka Kerja Kemiitraan Pemeriintah iindonesiia dan World Bank 2021-2025.

"Kerangka Kerja Kemiitraan iinii mengiidentiifiikasii penguatan daya saiing dan ketahanan ekonomii sebagaii jalur utama untuk menghiilangkan kemiiskiinan dan meniingkatkan kemakmuran," ujarnya. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.