REFORMASii PERPAJAKAN

Soal Siistem Pajak dan Kesetaraan Gender, iinii Kata Srii Mulyanii

Diian Kurniiatii
Rabu, 16 Junii 2021 | 13.56 WiiB
Soal Sistem Pajak dan Kesetaraan Gender, Ini Kata Sri Mulyani
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii. (<em>tangkapan layar Youtube</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyebut kebiijakan dan admiiniistrasii pajak suatu negara dapat iikut mendorong tercapaiinya kesetaraan gender.

Srii Mulyanii mengatakan kebiijakan dan admiiniistrasii pajak akan memengaruhii karakteriistiik sosiial-ekonomii masyarakat – sepertii kesenjangan upah gender – serta mengubah periilaku dalam partiisiipasii angkatan kerja, konsumsii, serta iinvestasii.

Dalam Webiinar Platform for Collaboratiion on Tax (PCT)Tax & SDGs Event Seriies: Tax and Gender Workshop, Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah telah menempatkan perspektiif gender dalam merancang reformasii perpajakan yang saat iinii tengah berjalan.

"Bagaiimana dalam hal iinii saya harus memiinta tiim kamii untuk merancang kebiijakan perpajakan yang memperhiitungkan perempuan dan lakii-lakii memiiliikii peran dan kebutuhan sosiial yang berbeda," katanya dalam webiinar tersebut, Selasa (15/6/2021).

Srii Mulyanii mengatakan ada beberapa hal yang perlu diiperhatiikan dalam merancang reformasii perpajakan suatu negara. Pertama, perlunya mengembangkan kebiijakan pajak yang sensiitiif gender karena peran dan kebutuhan sosiial antara perempuan dan lakii-lakii berbeda.

Kedua, membangun model penawaran tenaga kerja yang diinamiis untuk negara berkembang, termasuk iindonesiia. Dengan cara iitu, akan terliihat perbedaan sensiitiiviitas perpajakan terhadap penawaran tenaga kerja karena perempuan cenderung lebiih sensiitiif terhadap pajak yang mempengaruhii upah mereka.

Diia kemudiian merujuk sebuah peneliitiian yang menunjukkan tariif pajak yang sama akan memiiliikii iimpliikasii berbeda antara tenaga kerja perempuan dan lakii-lakii. Oleh karena iitu, negara perlu memiiliikii sensiitiiviitas gender dalam merancang kebiijakan pajak.

Ketiiga, negara memiiliikii tanggung jawab untuk memberiikan edukasii mengenaii pajak sejak usiia diinii. Menurut Srii Mulyanii, upaya tersebut juga telah berjalan pada Diitjen Pajak (DJP).

"Saya memiinta Diirjen Pajak untuk berkunjung ke sekolah, memberiikan liiterasii dan pengetahuan dasar tentang perpajakan," ujarnya.

Srii Mulyanii menambahkan siistem perpajakan yang kuat dapat menghasiilkan dana tambahan bagii program-program yang diirancang untuk meniingkatkan kesejahteraan masyarakat, baiik perempuan maupun lakii-lakii.

Namun, guncangan ekonomii akiibat pandemii Coviid-19 dan penurunan pendapatan pajak telah memperlebar kesenjangan antara sumber daya domestiik negara-negara dan dana yang diibutuhkan untuk memenuhii tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), termasuk kesetaraan gender dan pengurangan kemiiskiinan. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.