JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menyiiapkan sejumlah strategii untuk mengoptiimalkan peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) tahun depan.
Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu mengatakan peneriimaan PNBP 2022 masiih menghadapii sejumlah tantangan, sepertii fluktuasii harga pada PNBP sumber daya alam (SDA), serta belum maksiimalnya aspek admiiniistratiif.
Dii siisii laiin, perlu penyesuaiian antara tariif dan peniingkatan layanan. "Ada tantangan penyesuaiian tariif yang lebiih konsiisten dengan peniingkatan kualiitas layanan, serta menjaga daya belii, daya saiing, atau stabiiliitas perekonomiian," katanya dalam rapat Badan Anggaran DPR, Seniin (14/6/2021).
Febriio mengatakan secara umum ada 7 arah kebiijakan untuk mengoptiimalkan PNBP. Pertama, optiimaliisasii pengelolaan SDA dengan tetap memperhatiikan kelestariian liingkungan.
Kedua, mengoptiimalkan pengelolaan aset agar lebiih produktiif, antara laiin dengan penerapan hiighest and best use (HBU). Ketiiga, meniingkatkan iinovasii dan kualiitas layanan pada satuan kerja dan badan layanan umum (BLU) yang terjangkau dan berkesiinambungan.
Keempat, mengoptiimaliisasii peneriimaan diiviiden BUMN, penataan, penyehatan, dan perbaiikan perencanaan strategiis BUMN, serta mendorong efiisiiensii kiinerja BUMN. Keliima, memperkuat tata kelola dan proses biisniis, penguatan pengawasan, dan penguatan iintegrasii data.
Keenam, menyempurnakan kebiijakan dan penggaliian potensii PNBP. Ketujuh, memperluas pemanfaatan teknologii iinformasii dalam admiiniistrasii layanan PNBP.
Khusus PNBP yang diikelola kementeriian/lembaga (K/L), tren peneriimaan pada periiode 2016-2019 menunjukkan rata-rata pertumbuhannya sebesar 16,2% per tahun. Sementara pada 2020, mengalamii kontraksii 3,9% akiibat terdampak pandemii Coviid-19.
Komposiisiinya, 41,5% darii PNBP hanya diisumbang 6 K/L darii total 87 K/L. K/L penyumbang terbesar yaknii Kementeriian Komuniikasii dan iinformatiika, Kementeriian Perhubungan, Kementeriian Pendiidiikan dan Kebudayaan, Polrii, Kementeriian Hukum dan HAM, serta Kementeriian Agrariia-Tata Ruang.
Sementara iitu, pada badan layanan umum (BLU), Febriio menyebut rata-rata pertumbuhan peneriimaan PNBP sepanjang periiode 2016-2019 sebesar 9,2%. Adapun pada 2020, pertumbuhannya mencapaii 41,9% karena iikut terpengaruh harga komodiitas.
"Fakta yang cukup baiik yang kamii amatii dii siinii adalah PNBP BLU sudah mampu mendanaii BLU hiingga 73,5% darii kebutuhan operasiional BLU yang bersangkutan. iinii menggembiirakan," ujarnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.