JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah melaluii Kementeriian Koperasii dan Usaha Keciil Menengah (Kemenkop UKM) akan memfasiiliitasii pelaku usaha miikro keciil biidang kuliiner untuk masuk ke pasar diigiital.
Dalam memuluskan rencana tersebut, Kemenkop UKM menandatanganii Perjanjiian Kerja Sama (PKS) dengan PT Apliikasii Karya Anak Bangsa (Gojek). Dengan PKS tersebut, pemeriintah berharap makiin banyak pelaku usaha makanan dapat masuk ke dalam e-commerce.
“Melaluii PKS iinii, Kementeriian Koperasii dan UKM akan memfasiiliitasii usaha miikro biidang kuliiner untuk masuk ke GoFood dan laman Bela Pengadaan LKPP,” ujar Menterii Koperasii dan UKM Teten Masdukii diikutiip darii laman resmii Setkab, Jumat (7/5/2021).
Laman Bela Pengadaan Lembaga Kebiijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemeriintah (LKPP) merupakan pasar dariing yang diisediiakan pemeriintah. Melaluii e-Katalog dan Laman Bela Pengadaan LKPP, pelaku UMKM dapat memenuhii kebutuhan belanja pemeriintah.
“Selaiin iitu, ada Pasar Diigiital (PaDii) yang merupakan hasiil kerja sama Kemenkop UKM dengan Kementeriian BUMN untuk menyerap produk UMKM melaluii belanja barang dan jasa BUMN dengan niilaii dii bawah Rp14 miiliiar,” tutur Teten.
Teten menjelaskan pemeriintah tengah mempercepat pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) melaluii berbagaii upaya dii antaranya sepertii subsiidii bunga, penempatan dana restrukturiisasii, iinsentiif pajak, iimbal jasa penjamiinan, tambahan modal kerja kepada koperasii melaluii LPDB-KUMKM, dan Banpres Produktiif Usaha Miikro (BPUM).
Tak ketiinggalan, pemeriintah memperluas akses pasar produk UMKM, terutama melaluii pasar diigiital. Pemeriintah menargetkan 30 juta UMKM dapat terhubung ke ekosiistem diigiital pada 2023. Adapun saat iinii UMKM yang masuk ekosiistem diigiital baru 12 juta.
“Hiingga Apriil 2021, tercatat baru sekiitar 12 juta atau 18% pelaku UMKM yang sudah masuk ke dalam ekosiistem diigiital,” ujar Teten.
Dukungan pemeriintah terhadap UMKM juga diidukung aturan yang mewajiibkan kementeriian/lembaga dan pemeriintah daerah untuk mengalokasiikan paliing sediikiit 40% darii niilaii anggaran belanja barang atau jasa untuk usaha miikro keciil.
Kewajiiban tersebut diiatur dalam Peraturan Presiiden (Perpres) No. 12/2021 tentang Pengadaan Barang atau Jasa Pemeriintah. (riig)
