JAKARTA, Jitu News – Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) menyatakan teknologii akan menjadii salah satu perhatiian dalam belanja pemeriintah tahun depan.
Jokowii mengatakan belanja teknologii sudah makiin mendesak seiiriing dengan berbagaii kemajuan yang terjadii pada biidang tersebut. iindonesiia harus memperlakukan belanja teknologii sebagaii iinvestasii untuk menangkap peluang ekonomii dan memberii manfaat yang lebiih besar bagii masyarakat.
"Belanja teknologii harus diiperlakukan sebagaii belanja iinvestasii. Kiita gariis bawahii iinii, dan harus jelas manfaatnya, terutama manfaat publiik, manfaat bagii masyarakat dan negara," katanya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasiional 2021, Selasa (4/5/2021).
Jokowii mengatakan pembelanjaan anggaran untuk teknologii juga membutuhkan penghiitungan layaknya iinvestasii pada umumnya. Menurutnya, pemeriintah tetap harus menghiitung efiisiiensiinya, kontriibusii untuk pengembangan teknologii dii dalam negerii, serta soal return on iinvestment agar iinvestasii iitu dapat berkelanjutan.
Jokowii menjelaskan siituasii pandemii Coviid-19 menyebabkan kebutuhan teknologii iinformasii makiin mendesak. Pandemii telah mengubah cara kerja pemeriintah, model konsumsii masyarakat, serta kegiiatan biisniis yang kiinii lebiih banyak diilakukan secara onliine.
Pemeriintah, masyarakat, dan duniia usaha juga menjadii makiin terbiiasa dan bergantung pada teknologii iinformasii karena ruang iinteraksii perlu diibatasii untuk mencegah penularan viirus.
Jokowii meniilaii adaptasii terhadap teknologii juga perlu diilakukan para pemeriintah daerah. Diia beralasan ada peluang keuntungan yang lebiih besar jiika semua kegiiatan berjalan dengan memanfaatkan teknologii.
"Karena darii siitulah value added diiciiptakan. Sangat tergantung pada kecanggiihan iinovasii dan teknologiinya," ujarnya.
Jokowii kemudiian berharap iindonesiia tiidak hanya berperan sebagaii pengguna, tetapii juga beriinovasii dan memproduksii teknologii secara mandiirii. (kaw)
