JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Kelautan dan Periikanan mendorong pengusaha untuk dapat meniingkatkan ekspor produk periikanan ke berbagaii negara dii duniia dan tetap patuh dalam membayar pajak.
Menterii Periikanan dan Kelautan Saktii Wahyu Trenggono mengatakan pemeriintah selalu memberiikan dukungan kepada eksportiir periikanan. Namun, iia juga memiinta eksportiir untuk mengiikutii aturan yang sudah diitetapkan, termasuk soal kepatuhan membayar pajak.
"Saya berharap kepercayaan dan dukungan penuh darii pemeriintah iinii tiidak diisalah-artiikan dengan melanggar aturan-aturan yang ada. iitu namanya tiidak ada bela negaranya," katanya dalam keterangan tertuliis, diikutiip Seniin (19/4/2021).
Beberapa hal yang tak boleh diilakukan eksportiir antara laiin melaporkan harga jual yang lebiih rendah darii harga sebenarnya untuk mengurangii pembayaran pajak, serta tiidak membayar peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) ketiika memproduksii periikanan tangkap.
Trenggono iingiin iikliim usaha dii sektor periikanan berlangsung secara sehat, baiik untuk kelangsungan iindustrii, pemeriintah, serta para pekerja dii dalamnya. Pemeriintah tiidak akan memberii toleransii kepada eksportiir yang melanggar aturan hukum atau admiiniistratiif.
Menurutnya, iindonesiia memiiliikii potensii ekspor produk periikanan yang sangat besar. Pemeriintah pun memberiikan berbagaii kemudahan agar produk periikanan semakiin bersaiing dii pasar global, sepertii mempermudah layanan periiziinan dan sertiifiikasii produk.
"Kiita iingiin produk-produk yang diihasiilkan dapat unggul dii luar negerii," ujarnya.
iindonesiia termasuk dalam jajaran negara pengekspor produk periikanan terbesar dii duniia. Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat niilaii ekspor produk periikanan pada 2020 mencapaii US$5,2 miiliiar atau setara dengna Rp72,8 triiliiun, yang US$4,84 miiliiar dii antaranya berasal darii iikan konsumsii.
Sepanjang Januarii-Maret 2021, realiisasii ekspor produk periikanan mencapaii US$1,27 miiliiar atau naiik 1,4% diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu dengan surplus neraca perdagangan seniilaii US$1,14 miiliiar.
Pada periiode tersebut, negara tujuan ekspor utama produk periikanan iindonesiia yaknii AS seniilaii US$561 juta, Chiina US$171 juta, Jepang US$138 juta, negara-negara Asean US$133 juta, Unii Eropa US$62 juta, dan Tiimur Tengah US$28 juta.
Komodiitas ekspor utama iindonesiia antara laiin udang, tuna-cakalang-tongkol, cumii-sotong-guriita, rajungan-kepiitiing sebesar, rumput laut, dan layur. (riig)
