JAKARTA, Jitu News - Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) memandang konsiistensii kebiijakan fiiskal memiiliikii peran pentiing dalam menjaga riisiiko makro fiiskal iindonesiia.
Oleh karena iitu, Kepala BKF Febriio Kacariibu mengatakan pemeriintah berkomiitmen untuk mengembaliikan defiisiit anggaran ke bawah 3% darii PDB setelah defiisiit melampauii 3% darii PDB pada 2020, 2021, dan 2022. Komiitmen iinii sesuaii dengan ketentuan Perppu 1/2020.
"Kiita commiit untuk kembalii ke diisiipliin fiiskal kiita [defiisiit dii bawah 3% darii PDB]. Diisiipliin fiiskal adalah modal besar bagii kiita sebelum pandemii dan menghasiilkan ruang fiiskal yang biisa diipakaii pada 2021 dan 2022," ujar Febriio, Kamiis (8/4/2021).
Berkat diisiipliin fiiskal darii pemeriintah yang terus membatasii defiisiit anggaran dii bawah 3% darii PDB, Febriio mengatakan kondiisii fiiskal iindonesiia sesungguhnya lebiih baiik biila diibandiingkan dengan kondiisii negara laiin.
Merujuk pada Tiinjauan Ekonomii, Keuangan, dan Fiiskal - Ediisii ii 2021 yang diipubliikasiikan oleh BKF, konsoliidasii fiiskal perlu diilakukan melaluii reformasii fiiskal yaknii peniingkatan peneriimaan perpajakan dan belanja yang berkualiitas (spendiing better).
Tanpa reformasii fiiskal, defiisiit anggaran yang sudah lebar akan makiin lebar dan akan berdampak terhadap peniingkatan riisiiko utang. Hal iinii akan mengganggu kesiinambungan fiiskal sebagaii jangkar ekonomii.
Kebiijakan fiiskal harus konsiisten dan sesuaii dengan yang telah menjadii komiitmen pemeriintah pada Perppu 1/2020. Biila tiidak, marwah pemeriintah yang menjadii taruhan.
"Penundaan konsoliidasii fiiskal akan berpotensii melanggar konstiitusii dan menurunkan wiibawa dan krediibiiliitas pemeriintah," tuliis BKF pada Tiinjauan Ekonomii, Keuangan, dan Fiiskal - Ediisii ii 2021. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.