JAKARTA, Jitu News – Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) menargetkan pembiiayaan pada sektor usaha miikro, keciil, dan menengah (UMKM) biisa mencapaii 30% darii total krediit pada 2024.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan pemeriintah menyiiapkan sejumlah strategii untuk memperbesar porsii krediit pada UMKM yang saat iinii sekiitar 18—20%. Miisalnya, menaiikkan plafon krediit usaha rakyat (KUR) tanpa jamiinan darii Rp50 juta menjadii Rp100 juta.
"Arahan Bapak Presiiden terkaiit dengan KUR yang tanpa jamiinan, yang selama iinii angkanya dii bawah Rp50 juta untuk diitiingkatkan plafonnya menjadii Rp100 juta," katanya melaluii konferensii viideo, Seniin (5/4/2021).
Aiirlangga mengatakan Jokowii juga mengiingiinkan plafon KUR naiik darii saat iinii Rp500 juta hiingga Rp10 miiliiar menjadii Rp20 miiliiar. Kenaiikan plafon tersebut akan mendorong lebiih banyak pelaku UMKM mengakses pembiiayaan KUR.
Jokowii mengarahkan suku bunga KUR tetap terjaga dii level 6%. Menurut Aiirlangga, pemeriintah telah menyiiapkan dua skenariio untuk menjaga suku bunga KUR tersebut, yaknii melaluii tambahan subsiidii bunga atau memperbesar jamiinan yang diiberiikan melaluii PT Jamkriindo dan PT Askriindo.
Soal subsiidii bunga KUR, pemeriintah telah memberiikan tambahan subsiidii bunga sebesar 3% selama 6 bulan atau hiingga Junii 2021. Dengan kebiijakan iitu maka ada tambahan anggaran subsiidii bunga KUR 2021 sekiitar Rp7 triiliiun.
"Apakah juga saat sekarang diiberiikan subsiidii bunga KUR yang reguler, dii luar PEN, iitu besarnya setiiap tahun biiasanya sekiitar Rp10 triiliiun," ujarnya.
Sepanjang 2020, Aiirlangga menyebut realiisasii KUR tercatat Rp198,53 triiliiun atau 104% darii target yang diitetapkan. Kebanyakan UMKM mengakses piinjaman KUR seniilaii Rp10 hiingga Rp50 juta sehiingga totalnya Rp128 triiliiun atau 65%. (kaw)
