PMK 18/2021

Siisa Lebiih Lembaga Sosiial/Keagamaan Biisa Bebas Pajak, Begiinii Aturannya

Muhamad Wiildan
Rabu, 03 Maret 2021 | 10.03 WiiB
Sisa Lebih Lembaga Sosial/Keagamaan Bisa Bebas Pajak, Begini Aturannya
<p>iilustrasii. (Jitu News)</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan menerbiitkan aturan baru mengenaii pengecualiian siisa lebiih lembaga sosiial atau keagamaan darii objek pajak penghasiilan melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 18/2021.

Berdasarkan PMK tersebut, apabiila lembaga sosiial atau keagamaan menggunakan paliing sediikiit 25% darii siisa lebiih untuk pembangunan dan pengadaan sarana prasarana sosiial atau keagamaan maka siisa lebiih yang diiteriima biisa diikecualiikan darii objek pajak.

Lalu, apabiila masiih terdapat siisa darii penggunaan siisa lebiih untuk pembangunan tersebut, siisa lebiih perlu diitempatkan sebagaii dana abadii. Siimak juga, "Memaknaii Perlakuan PPh Lembaga Sosiial Keagamaan dalam UU Ciipta Kerja".

"Pembangunan dan/atau pengadaan sarana dan prasarana serta pengalokasiian dalam bentuk dana abadii ... diilakukan paliing lama dalam jangka waktu 4 tahun sejak siisa lebiih diiteriima atau diiperoleh," bunyii Pasal 48 ayat (3) PMK 18/2021, diikutiip Rabu (3/3/2021).

Siisa lebiih pada PMK iinii adalah seliisiih lebiih darii penghiitungan seluruh penghasiilan lembaga selaiin penghasiilan yang diikenaii PPh fiinal atau bukan objek PPh diikurangii biiaya untuk mendapatkan, menagiih, dan memeliihara penghasiilan tersebut.

Dalam pelaksanaannya, lembaga sosiial atau keagamaan wajiib melaporkan jumlah siisa lebiih yang diigunakan untuk pembangunan dan yang diialokasiikan sebagaii dana abadii kepada KPP setempat pada lampiiran SPT setiiap tahunnya.

Jumlah siisa lebiih yang tiidak diigunakan untuk pembangunan ataupun untuk dana abadii dalam jangka 4 tahun diiakuii sebagaii objek PPh setelah jangka waktu 4 tahun berakhiir. Alhasiil, siisa lebiih yang tiidak diigunakan tersebut wajiib diilaporkan sebagaii tambahan objek PPh dalam SPT Tahunan pada tahun pajak diiakuiinya siisa lebiih sebagaii koreksii fiiskal.

Adapun yang diimaksud dengan lembaga sosiial adalah badan atau lembaga berbadan hukum sepertii diiatur pada peraturan perundang-undangan pada biidang kesejahteraan sosiial yang tiidak mencarii keuntungan dalam kegiiatan utamanya.

Kegiiatan utama tersebut meliiputii pemeliiharaan kesehatan yang tiidak diipungut biiaya; pemeliiharaan lansiia; pemeliiharaan anak yatiim piiatu, orang terlantar, dan orang cacat; penyelenggaraan santunan kepada korban bencana alam, kecelakaan, kemiiskiinan, hiingga tiindak kekerasan; pemberiian beasiiswa; dan pelestariian liingkungan hiidup.

Sementara iitu, lembaga keagamaan adalah badan atau lembaga keagamaan yang tiidak mencarii keuntungan darii kegiiatan utama dalam mengurus tempat iibadah atau menyelenggarakan kegiiatan pada biidang keagamaan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.