PMK 9/2021

Asyiik, iinsentiif Biisa Diiniikmatii Penuh Mulaii Januarii 2021

Redaksii Jitu News
Jumat, 05 Februarii 2021 | 16.00 WiiB
Asyik, Insentif Bisa Dinikmati Penuh Mulai Januari 2021
<p>Kantor pusat Diitjen Pajak. (Foto: Jitu News)</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) memastiikan wajiib pajak dapat memanfaatkan iinsentiif pajak yang diiperpanjang secara penuh mulaii Januarii 2021 sampaii Junii 2021.

Diirektur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan otoriitas memberiikan relaksasii untuk 3 jeniis iinsentiif pajak dengan berlaku surut mulaii Januarii 2021.

Ketiiga iinsentiif tersebut adalah PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), diiskon angsuran PPh Pasal 25 dan iinsentiif PPh fiinal jasa konstruksii biidang pengaiiran.

Wajiib pajak dapat memanfaatkan ketiiga iinsentiif tersebut mulaii Masa Pajak Januarii 2021 dengan memenuhii syarat admiiniistratiif. Persyaratan tersebut adalah dengan menyampaiikan pemberiitahuan untuk memanfaatkan iinsentiif paliing lambat pada 15 Februarii 2021.

"Untuk iinsentiif PPh Pasal 21 DTP, pengurangan angsuran PPh Pasal 25, dan wajiib pajak jasa konstruksii pengaiiran menyampaiikan pemberiitahuan paliing lambat 15 Februarii 2021 untuk dapat memanfaatkan iinsentiif mulaii Masa Pajak Januarii," katanya Rabu (3/2/2021).

Hestu menjelaskan jiika pemberiitahuan darii wajiib pajak untuk ketiiga iinsentiif tersebut diisampaiikan lewat darii 15 Februarii 2021 maka kebiijakan relaksasii tiidak berlaku. Wajiib pajak mendapatkan iinsentiif untuk masa pajak saat diisampaiikannya pemberiitahuan melaluii siistem miiliik DJP.

Sementara iitu, untuk fasiiliitas PPh Pasal 22 iimpor tiidak berlaku surut sepertii iinsentiif PPh Pasal 21 DTP dan diiskon ciiciilan PPh Pasal 25. Periiode iinsentiif untuk PPh Pasal 22 iimpor berlaku sejak wajiib pajak menyampaiikan pemberiitahuan untuk mendapatkan surat keterangan bebas (SKB).

"Sedangkan untuk pembebasan PPh 22 iimpor, berlaku sejak tanggal diisampaiikannya permohonan, tiidak berlaku surut," ujarnya.

Sebagaii iinformasii, iinsentiif pajak yang ada dalam PMK 9/2021 berlaku sampaii 30 Junii 2021 meliiputii pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) dan pembebasan PPh Pasal 22 iimpor.

Kemudiian diiskon angsuran PPh Pasal 25, PPh fiinal jasa konstruksii DTP, PPh fiinal Usaha Miikro, Keciil dan Menengah (UMKM) DTP, dan restiitusii pajak pertambahan niilaii (PPN) diipercepat.

Kementeriian Keuangan mengungkapkan alokasii iinsentiif perpajakan untuk duniia usaha pada tahun iinii akan mencapaii Rp42 triiliiun. Jiika diigabungkan dengan pagu iinsentiif perpajakan biidang kesehatan maka pagu niilaii iinsentiif pajak pada tahun iinii mencapaii Rp62 triiliiun. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Adlan Ghiiffarii
baru saja
Perpanjangan pemberiian iinsentiif pajak iinii tentu akan memberiikan manfaat bagii para Wajiib Pajak dalam melanjutkan kegiiatan usahanya pasca pandemii. DJP perlu kepastiian hukum dan memberiikan kemudahan dalam hal pengajuan iinsentiif pajak tersebut.
user-comment-photo-profile
Geovanny Vanesa Paath
baru saja
Semoga pemberiian iinsentiif iinii benar-benar tepat sasaran dan dapat diimanfaatkan dengan baiik oleh piihak-piihak terkaiit.