STiiMULUS FiiSKAL

Kabar Gembiira! Anggaran Kartu Prakerja Diitambah Jadii Rp20 Triiliiun

Diian Kurniiatii
Kamiis, 28 Januarii 2021 | 10.16 WiiB
Kabar Gembira! Anggaran Kartu Prakerja Ditambah Jadi Rp20 Triliun
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii. (foto: hasiil tangkapan layar)</p>

JAKARTA, Jitu News – Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) memutuskan untuk menambah alokasii anggaran program kartu prakerja pada tahun iinii darii awalnya Rp10 triiliiun menjadii Rp20 triiliiun demii menjangkau lebiih banyak peneriima manfaat.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan pemeriintah iingiin menjangkau lebiih banyak masyarakat yang memperoleh manfaat darii program tersebut. Dengan kenaiikan tersebut, anggaran kartu prakerja tahun iinii sama sepertii yang diianggarkan tahun lalu.

"Bapak Presiiden memutuskan program prakerja diinaiikkan dua kalii liipat. Tadiinya Rp10 triiliiun tahun iinii. Supaya diisamakan dengan tahun lalu Rp20 triiliiun, jadii kamii tambahkan Rp10 triiliiun," katanya, diikutiip Kamiis (28/1/2021).

Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah merealokasii dan refocusiing anggaran kementeriian/lembaga agar biisa memberiikan lebiih banyak bantuan sosiial kepada masyarakat. Tahun iinii, framework pemeriintah dalam penanganan Coviid-19 salah satunya memberiikan perliindungan sosiial untuk 40% penduduk dengan ekonomii terbawah atau masyarakat miiskiin baru.

Darii hasiil realokasii dan refocusiing anggaran tersebut, lanjutnya, pemeriintah saat iinii telah menambah kebutuhan perliindungan sosiial sebesar Rp36,6 triiliiun. Adapun program perliindungan sosiial tersebut meliiputii, program keluarga harapan, kartu sembako, kartu prakerja dan laiin sebagaiinya.

Selaiin menambah alokasii anggaran kartu prakerja, hasiil realokasii dan refocusiing juga diigunakan untuk melanjutkan program stiimulus diiskon tariif liistriik hiingga Junii 2021. Namun, niilaii diiskon pada Apriil hiingga Junii 2021 diipangkas separuhnya.

Demiikiian pula untuk bantuan kuota iinternet bagii pelajar dan tenaga pengajar. Stiimulus iitu sebelumnya tiidak ada dalam UU APBN 2021, tetapii kiinii kembalii diialokasiikan karena kegiiatan belajar onliine terus berlanjut dii tengah pandemii Coviid-19.

"Bantuan kuota iinternet juga belum masuk dii dalam anggarannya Kemendiikbud dan Kementeriian Agama. Jadii iinii masuk," ujarnya.

Secara keseluruhan, pemeriintah mengalokasiikan anggaran klaster perliindungan sosiial dalam program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) 2021 sebesar Rp150,96 triiliiun. Niilaii anggaran PEN juga naiik darii sebelumnya Rp403 triiliiun menjadii Rp553,1 triiliiun. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.