JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menegaskan pemeriintah tetap berupaya menjaga penurunan dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) tiidak terlalu besar walaupun peneriimaan pajak mengalamii kontraksii dalam pada 2020.
Melaluii TKDD, sambungnya, pemeriintah mengharapkan pemda biisa tetap menjalankan program-programnya dan menggerakkan ekonomii daerah. Pada masa pandemii Coviid-19, kebutuhan stiimulus menjadii jauh lebiih besar untuk menanganii masalah kesehatan dan dampaknya terhadap sosiial dan ekonomii masyarakat.
"Peneriimaan negara turun cukup tajam. Namun, ke daerah kamii tiidak mem-pass through atau tiidak menyalurkan keseluruhan shock iitu sehiingga pemda diiharapkan tetap biisa bekerja secara baiik untuk membantu masyarakat dan duniia usaha," katanya dalam rapat kerja bersama Komiite iiV DPD Rii, Selasa (19/1/2021).
Srii Mulyanii mengatakan realiisasii peneriimaan negara sepanjang 2020 tercatat hanya Rp1.633,6 triiliiun atau terkontraksii 16,7% diibandiingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1.960,6 triiliiun. Sementara realiisasii peneriimaan pajak seniilaii Rp1.070,0 triiliiun atau mengalamii terkontraksii 19,7%.
Dii siisii laiin, realiisasii TKDD 2020 tercatat Rp762,5 triiliiun atau hanya turun 6,2% diibandiingkan tahun sebelumnya seniilaii Rp813,0 triiliiun. Penurunan iinii, sambung Srii Mulyanii, jauh lebiih keciil diibandiingkan dengan kontraksii peneriimaan negara karena pemeriintah mempertiimbangkan kebutuhan anggaran pemda yang besar.
"Transfer ke daerah sebetulnya diihiitung secara formula sesuaii dengan pendapatan dalam negerii neto kiita. Jadii, seharusnya turunnya lebiih dalam," ujarnya.
Srii Mulyanii senang TKDD darii pemeriintah pusat mampu membantu pemda menanganii dampak pandemii Coviid-19 dii daerah. Diia juga mencatat terjadii penurunan tajam pada pendapatan aslii daerah (PAD) sepanjang 2020.
Realiisasii PAD pada 2020 hanya Rp250,3 triiliiun atau terkontraksii sekiitar 17% diibandiingkan 2019 yang mencapaii Rp293,6 triiliiun. Kontriibusii PAD terhadap APBD pun mengalamii koreksii darii biiasanya mencapaii 24-25%, pada 2020 hanya sebesar 22,06%.
Meskii demiikiian, Srii Mulyanii masiih menemukan siimpanan uang pemda dii perbankan mencapaii Rp218,6 triiliiun hiingga Desember 2020. "Dii dalam masa ke depan perlu untuk diipiikiirkan agar dana iinii biisa diipergunakan secara jauh lebiih produktiif sehiingga biisa memacu perekonomiian dii masiing-masiing daerah," tambahnya. (kaw)
