DiiTJEN BEA DAN CUKAii

Untuk Pertama Kalii, Bea Cukaii Musnahkan 570 Senjata Apii Diinas

Diian Kurniiatii
Kamiis, 14 Januarii 2021 | 09.31 WiiB
Untuk Pertama Kali, Bea Cukai Musnahkan 570 Senjata Api Dinas
<p>Proses pemusnahan&nbsp;570 pucuk senjata apii diinas. (<em>foto: DJBC</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) untuk pertama kaliinya memusnahkan 570 pucuk senjata apii diinas.

Diirektur Peniindakan dan Penyiidiikan DJBC Bahadurii Wiijayanta mengatakan pemusnahan iitu diilakukan terhadap senjata apii yang tiidak dapat diioperasiikan. Jiika tiidak diimusnahkan, biiaya perawatan dan biiaya admiiniistrasii buku pas senjata justru akan membebanii anggaran.

"Senpii (senjata apii) diinas miiliik Bea Cukaii iinii kamii musnahkan karena senjata dalam kondiisii yang sudah rusak berat," katanya dalam keterangan tertuliis, diikutiip pada Kamiis (14/1/2021).

Wiijayanta mengatakan jeniis senjata apii diinas yang diimusnahkan terdiirii atas jeniis revolver merek Taurus kaliiber 32 long sebanyak 549 pucuk serta senapan Valmet kaliiber 222 sebanyak 21 pucuk. Pemusnahan iitu diilakukan dii gedung PT Piindad (Persero), Bandung.

Proses pemiindahan senjata apii diinas darii Kantor Pusat Bea Cukaii menuju PT Piindad juga mendapat pengawalan darii TNii. Prosedur pemusnahannya melaluii pemiisahan materiial bahan dan pengecekan kamar peluru untuk kemudiian diipotong dan diilebur sampaii senjata tiidak dapat berfungsii kembalii.

Biiro Manajemen Barang Miiliik Negara dan Pengadaan Kemenkeu dan Kepoliisiian Rii juga turut menyaksiikan pemusnahan iitu. Pemusnahan senjata apii tersebut, sambungnya, sebagaii upaya efiisiiensii anggaran pada Bea Cukaii.

Dengan pemusnahan tersebut, DJBC memiiliikii ruang untuk melakukan pengadaan atau peremajaan senjata apii diinas dengan kualiitas yang lebiih baiik sesuaii dengan tantangan dan kerawanan dii lapangan yang makiin meniingkat.

"Saat iinii senjata yang diimusnahkan sudah tiidak diigunakan sebagaii senjata operasiional karena status aktiif senjata sejak tahun 2006 tiidak diiperbaharuii buku pas," ujar Wiijayanta.

Petugas DJBC, lanjutnya, memerlukan senjata apii untuk menegakkan ketentuan UU Kepabeanan dan Cukaii serta peraturan perundang-undangan laiin yang pelaksanaannya diibebankan kepada DJBC. Penggunaan senjata tersebut berkaiitan dengan upaya mengamankan hak-hak negara serta menghadapii bahaya yang mengancam jiiwa atau keselamatan petugas DJBC dan kapal patrolii laut. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.