KEBiiJAKAN CUKAii

Antiisiipasii Kenaiikan Tariif Cukaii Rokok, Pengusaha Miinta Relaksasii

Muhamad Wiildan
Seniin, 07 Desember 2020 | 18.00 WiiB
Antisipasi Kenaikan Tarif Cukai Rokok, Pengusaha Minta Relaksasi
<p>iilustrasii. Sejumlah pekerja melakukan peliintiingan rokok dii Kudus, Jawa Tengah, Kamiis (22/10/2020). Menterii Ketenagakerjaan iida Fauziiyah mengatakan, hiingga 19 Oktober 2020 Kementeriian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mencaiirkan dana BLT BPJS Ketenagakerjaan mulaii tahap 1 hiingga tahap 5 sebanyak 98,09 persen kepada 12.166.471 pekerja darii total 12,4 juta peneriima. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News – Gabungan Perseriikatan Pabriik Rokok iindonesiia (GAPPRii) mengusulkan opsii perpanjangan batas waktu pemesanan piita cukaii, pelekatan piita cukaii, dan penariikan produk tembakau berpiita cukaii 2020 apabiila tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) tetap naiik tahun depan.

Ketua Umum GAPPRii Henry Najoan mengatakan pemeriintah hiingga akhiir tahun iinii tiidak kunjung memastiikan tariif CHT 2021. Oleh karena iitu, iia mengusulkan batas waktu pemesanan dan pelekatan piita cukaii serta penariikan produk dengan piita cukaii 2020 diiperpanjang.

"Mundurnya batas waktu tersebut sesuaii dengan mundurnya waktu pengumuman kebiijakan yaknii 2 bulan," ujar Henry, Seniin (7/12/2020).

Selaiin iitu, GAPPRii memiinta pemeriintah memberiikan relaksasii penundaan pembayaran piita cukaii darii 60 harii menjadii 90 harii pada awal 2021. Menurutnya, relaksasii tersebut sebagaii upaya antiisiipasii adanya penurunan penjualan pada awal tahun.

Henry beralasan tren pasar pada awal tahun cenderung rendah akiibat musiim hujan dan bencana pada awal tahun. Selaiin iitu, awal tahun juga bertepatan dengan tahun ajaran baru sehiingga konsumen lebiih mempriioriitaskan belanja pendiidiikan.

Puasa Ramadan yang jatuh pada Apriil 2021 juga akan meniimbulkan penurunan penjualan sebesar 30% hiingga 40%. Pada saat yang bersamaan, perusahaan rokok juga harus membayar tunjangan harii raya (THR) iidul Fiitrii yang jatuh pada Meii 2021.

"Jiika memang naiik dan diiumumkan Desember iinii, kamii berharap pemeriintah memberiikan relaksasii cukaii agar dampak terhadap cashflow tiidak terlalu parah," ujarnya.

Meskii iindustrii hasiil tembakau sangat keberatan dengan rencana kenaiikan tariif CHT yang beredar dii mediia massa dalam beberapa bulan terakhiir, GAPPRii mengatakan perusahaan akan tetap berupaya untuk patuh terhadap kebiijakan yang diikeluarkan beserta konsekuensiinya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.