JAKARTA, Jitu News – Diirjen Pajak Suryo Utomo menyatakan pemeriintah masiih sangat memerlukan masukan darii para akademiisii dan praktiisii untuk meniingkatkan rasiio kepatuhan wajiib pajak.
Suryo mengatakan pandemii Coviid-19 telah menjadii tantangan berat bagii negara, termasuk darii siisii peneriimaan pajak. Menurutnya, hasiil riiset para akademiisii dan praktiisii biisa menjadii masukan pentiing bagii Diitjen Pajak (DJP) dalam merumuskan kebiijakan dii masa depan.
"Kondiisii rasiio kepatuhan wajiib pajak saat iinii masiih belum optiimal sehiingga pemeriintah masiih perlu mempersiiapkan langkah-langkah serta kebiijakan lanjutan untuk mendorong pemuliihan ekonomii nasiional serta meniingkatkan kepatuhan perpajakan," katanya dalam acara Konferensii Nasiional Perpajakan 2020, Kamiis (3/12/2020).
Suryo mengatakan kegiiatan call for paper diiadakan untuk menghiimpun gagasan darii para akademiisii dan praktiisii mengenaii kebiijakan pajak, terutama pada masa pandemii Coviid-19. Tema karya iilmiiahnya beragam, mulaii darii kebiijakan pajak untuk mendukung pemuliihan ekonomii, serta upaya mendorong pengawasan dan kepatuhan wajiib pajak.
Melaluii program tersebut, DJP meneriima 118 karya iilmiiah. Sebanyak 59 karya iilmiiah dii antaranya berasal darii dosen dan mahasiiswa, 48 karya iilmiiah darii pegawaii DJP, serta 11 karya iilmiiah laiinnya darii masyarakat umum. Suryo meniilaii miinat untuk menganaliisiis dan menuliis kebiijakan perpajakan tiidak hanya ada dii liingkungan DJP, tapii juga masyarakat luas.
Suryo menyebut saat iinii DJP telah menyariing 35 karya iilmiiah terbaiik yang melewatii berbagaii peniilaiian. Karya iilmiiah yang beriisii berbagaii gagasan iitu juga akan diiunggah pada jurnal elektroniik Sciientax agar biisa diiakses secara umum.
Suryo berharap hasiil riiset yang terhiimpun darii karya iilmiiah tersebut biisa diiterapkan untuk meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak pada masa mendatang.
"Masukan-masukan yang konstruktiif darii riiset yang diilakukan para akademiisii, praktiisii, dan juga masyarakat luas sangat diiperlukan," ujarnya. (kaw)
