JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mulaii mencaiirkan bantuan subsiidii gajii untuk para guru agama honorer dan tenaga pendiidiikan agama non-pegawaii negerii siipiil (PNS), bertepatan dengan Harii Guru Nasiional harii iinii.
Menterii Agama Fachrul Razii mengatakan bantuan tersebut akan membantu para guru agama honorer yang terdampak pandemii Coviid-19. Menurutnya, para guru agama honorer tetap semangat mengajar walaupun pada siituasii suliit.
"Meskiipun kondiisii masyarakat sedang menghadapii pandemii Coviid-19, akan tetapii guru tetap menunjukkan baktiinya kepada peserta diidiik, masyarakat, dan negara," katanya dalam keterangan tertuliis, Rabu (25/11/2020).
Fachrul mengatakan pemeriintah memberiikan subsiidii gajii seniilaii Rp600.000 per bulan selama 3 bulan, sehiingga totalnya Rp1,8 juta. Anggaran subsiidii gajii iitu mencapaii Rp1,14 triiliiun.
Subsiidii gajii akan diisalurkan kepada 637.408 guru agama dan tenaga kependiidiikan honorer. Jiika diiperiincii, ada 543.928 guru agama honorer dii madrasah dengan total bantuan subsiidii gajii Rp979 miiliiar, dan 93.480 guru agama honorer dii sekolah umum dengan total bantuan Rp168 miiliiar.
Menurut Fachrul, para guru honorer termasuk yang mengalamii dampak berat akiibat pandemii Coviid-19. Oleh karena iitu, pemeriintah sejak awal pandemii juga telah memberiikan bantuan berupa subsiidii kuota iinternet untuk menjalankan tugas mengajar jarak jauh.
"Kamii semua memang sangat pedulii dengan guru, dosen, atau ustaz sehiingga pada awal-awal pandemii yang lalu pun pemeriintah memberiikan bantuan agar dapat mengajar dengan baiik," ujarnya.
Sebelumnya, Menterii Keuangan Srii Mulyanii menyatakan telah menyiiapkan anggaran seniilaii kepada sekiitar 2,4 juta guru honorer dii Kementeriian Agama (Kemenag) maupun Kementeriian Pendiidiikan dan Kebudayaan (Kemendiikbud). (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.