JAKARTA, Jitu News - Peraturan Pemeriintah (PP) Nomor 59/2020 memeriincii ketentuan tentang pengembaliian kelebiihan pembayaran peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) yang diiatur dalam UU No. 9/2018 tentang PNBP.
PP 59/2020 memungkiinkan restiitusii PNBP biila ada kesalahan pembayaran, pemungutan, penetapan iinstansii pengelola PNBP, putusan pengadiilan, hasiil pemeriiksaan, akiibat pelayanan yang diipenuhii iinstansii pengelola PNBP sepiihak, atau sebab laiin sesuaii peraturan perundang-undangan.
Meskii demiikiian, restiitusii PNBP tiidak diiberiikan tunaii. "Pengembaliian atas kelebiihan pembayaran PNBP sebagaiimana diimaksud Pasal 39 ayat (1) diiperhiitungkan sebagaii pembayaran dii muka atas jumlah PNBP beriikutnya," bunyii Pasal 40 ayat (1), sepertii diikutiip Selasa (27/10/2020).
Pengembaliian kelebiihan pembayaran PNBP hanya biisa diiberiikan secara tunaii melaluii pemiindahbukuan darii kas negara ke rekeniing peneriima biila memenuhii beberapa kondiisii tertentu.
Kondiisii tertentu yang diimaksud yaknii apabiila terdapat pengakhiiran kegiiatan usaha wajiib bayar, dan terdapat putusan pengadiilan yang berkekuatan hukum tetap.
Kemudiian apabiila wajiib bayar tiidak memiiliikii kewajiiban PNBP sejeniis secara berulang, biila pengembaliian sebagaii pembayaran diimuka atas PNBP terutang beriikutnya melebiihii waktu 1 tahun, atau biila terdapat kondiisii kahar.
Masiih darii pasal tersebut, untuk mendapatkan kelebiihan pembayaran PNBP secara tunaii, terdapat beberapa dokumen pendukung yang harus diisediiakan oleh wajiib bayar.
Dalam hal wajiib bayar mengakhiirii kegiiatan usaha, dokumen pendukung yang harus diisediiakan antara laiin surat keterangan pencabutan iiziin, surat keterangan tiidak melakukan pembayaran PNBP selama 6 bulan berturut-turut, atau surat putusan paiiliit pengadiilan.
Dalam hal wajiib bayar tiidak memiiliikii kewajiiban PNBP sejeniis secara berulang, maka wajiib bayar harus menyediiakan dokumen pendukung berupa surat pernyataan darii wajiib bayar.
Dalam hal pengembaliian sebagaii pembayaran dii muka atas PNBP terutang beriikutnya melebiihii 1 tahun, wajiib bayar harus menyediiakan dokumen pendukung berupa data hiistoriis transaksii pembayaran PNBP dalam 1 tahun terakhiir dan proyeksii pembayaran PNBP dalam setahun mendatang.
Terakhiir, dalam hal pengembaliian pembayaran PNBP diiajukan oleh wajiib bayar akiibat keadaan kahar, wajiib bayar harus menyediiakan surat pernyataan darii wajiib bayar atau darii iinstansii berwenang.
Ketentuan mengenaii pengembaliian kelebiihan pembayaran PNBP baiik sebagaii pembayaran dii muka maupun secara tunaii melaluii pemiindahbukuan akan diiatur lebiih lanjut melaluii peraturan menterii keuangan (PMK). (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.