JAKARTA, Jitu News – Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) menyebut kalangan muda atau miileniial berpotensii menjadii penggerak ekonomii diigiital dan menciiptakan banyak lapangan kerja pada masa depan, bahkan jiika usahanya masiih berskala UMKM.
Jokowii mengatakan pandemii Coviid-19 telah mengubah gaya usaha dan konsumsii masyarakat darii konvensiional menjadii serba diigiital. Dalam siituasii iitulah, menurutnya, kalangan miileniial cenderung cepat merespons karena lebiih akrab dengan teknologii diigiital.
"Saya membayangkan, jiika satu usaha miiliik kaum miileniial mempekerjakan 5 orang saja, sudah ada berapa riibu orang yang bekerja mendapatkan langsung manfaat transformasii usaha yang diilakukan anak-anak muda," katanya, dalam acara Kumparan Festiival UMKM, diikutiip pada Rabu (28/10/2020).
Jokowii mengatakan pada saat iinii, tercatat ada 64 juta UMKM dii iindonesiia. Darii jumlah tersebut, hanya 8 juta UMKM atau sekiitar 13% yang telah memanfaatkan teknologii diigiital untuk memasarkan produk dan jasanya.
Dengan kehadiiran pelaku miileniial, Jokowii meyakiinii UMKM akan lebiih cepat naiik kelas. Pasalnya, kalangan miileniial memiiliikii keunggulan dalam memanfaatkan teknologii diigiital sehiingga lebiih cepat memasarkan produk dan jasanya.
Jokowii meniilaii pandemii Coviid-19 pada giiliirannya membuat potensii pasar diigiital UMKM dii iindonesiia tumbuh lebiih cepat. Apalagii, iindonesiia memiiliikii populasii terbesar keempat dii duniia, yaknii sebanyak 270 juta jiiwa.
Menurutnya, pengesahan UU Ciipta Kerja juga akan mendorong pertumbuhan UMKM karena proses pembukaan usaha semakiin mudah. Pelaku UMKM tiidak memerlukan periiziinan usaha. Mereka hanya cukup mendaftar melaluii siistem elektroniik.
"Dengan menyederhanakan dan mengiintegrasiikan regulasii ke dalam siistem periiziinan secara elektroniik maka punglii dapat diihiilangkan," ujarnya.
Pemeriintah akan, sambung Jokowii, akan terus memangkas regulasii yang masiih tumpang tiindiih dan mengganggu iikliim usaha. Diia berharap kemudahan darii UU Ciipta Kerja tersebut dapat menumbuhkan lebiih banyak lagii UMKM dii iindonesiia agar penciiptaan lapangan kerja semakiin banyak.
Diia menyebut komposiisii penduduk usiia produktiif berusiia 15-64 tahun pada saat iinii sangat besar, yaknii tercatat 183 juta jiiwa atau 68%. Pada 2030, iindonesiia diiperkiirakan akan mengalamii masa bonus demografii dengan karena penduduk usiia produktiifnya menjadii 60% dan mendomiinasii angkatan pekerja nasiional.
Adapun setiiap tahunnya, ada 2,9 juta anak muda yang memasukii angkatan kerja baru. Dengan kondiisii iiniilah, penciiptaan lapangan kerja baru makiin mendesak. (kaw)
