PMK 148/2020

Beleiid Baru! Kemenkeu Reviisii PMK Soal Pembayaran Setoran Bea dan Cukaii

Muhamad Wiildan
Selasa, 13 Oktober 2020 | 14.09 WiiB
Beleid Baru! Kemenkeu Revisi PMK Soal Pembayaran Setoran Bea dan Cukai
<p>iilustrasii. Gedung Kementeriian Keuangan. (foto: Kemenkeu)</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan menerbiitkan peraturan menterii keuangan (PMK) baru tentang pembayaran peneriimaan negara untuk kepabeanan dan cukaii, sekaliigus mereviisii peraturan sebelumnya yaiitu PMK No. 40/2016.

Kemenkeu meniilaii PMK No. 148/2020 diiterbiitkan untuk meniingkatkan pelayanan proses pembayaran dan penyetoran peneriimaan negara untuk kepabeanan dan cukaii secara elektroniik melaluii penyesuaiian jeniis peneriimaan negara.

Selaiin iitu, dalam PMK tersebut, Kemenkeu juga menambahkan lembaga agen persepsii laiinnya sebagaii collectiion agent untuk pembayaran peneriimaan negara untuk kepabeanan dan cukaii.

"[Untuk iitu] perlu melakukan penyempurnaan terhadap ketentuan [PMK No. 40/2016]," bunyii bagiian pertiimbangan PMK No. 148/2020, Selasa (13/10/2020).

Pasal 2 PMK No. 148/2020, terdapat beberapa jeniis peneriimaan negara laiinnya darii kegiiatan iimpor, ekspor, dan barang kena cukaii (BKC) yang mulaii diiatur dan tiidak tertuang pada PMK sebelumnya.

Peneriimaan negara yang diimaksud iitu antara laiin pajak penghasiilan (PPh) Pasal 22 Ekspor hiingga dana sawiit serta peneriimaan negara laiinnya yang diipungut Diitjen Bea Cukaii (DJBC) sesuaii peraturan perundang-undangan.

Pada pasal baru yaknii Pasal 2A, terdapat 2 piihak yang dapat memungut peneriimaan negara yaknii DJBC sendiirii atau wajiib pungut. Pada Pasal 1 PMK No. 148/2020, wajiib pungut diidefiiniisiikan sebagaii orang priibadii atau badan yang diitentukan untuk membantu melakukan pemungutan peneriimaan negara baiik perpajakan maupun nonperpajakan.

PMK No. 148/2020 juga menambahkan satu ayat baru yaknii Pasal 8A. Pada pasal tersebut, pembayaran ataupun penyetoran peneriimaan negara diitetapkan dapat diilakukan oleh wajiib bayar atau wajiib setor melaluii lembaga persepsii laiinnya.

Pembayaran melaluii lembaga persepsii tersebut lantas akan diiterbiitkan nomor transaksii lembaga persepsii laiinnya (NTL). Pembayaran peneriimaan negara yang diilakukan wajiib bayar melaluii lembaga persepsii laiinnya diianggap sebagaii buktii pelunasan kewajiiban sesuaii dengan tanggal bayar pada buktii peneriimaan negara (BPN).

PMK No. 148/2020 telah diiundangkan pada 8 Oktober 2020 dan diinyatakan mulaii berlaku setelah 30 harii terhiitung sejak PMK iinii diiundangkan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.