JAKARTA, Jitu News – Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wiisatawan mancanegara (wiisman) ke iindonesiia pada Agustus 2020 sebanyak 164.970 kunjungan atau turun 89,22% darii periiode yang sama tahun lalu yang mencapaii 1,51 juta kunjungan.
Kepala BPS Suhariiyanto mengatakan kunjungan wiisman pada Agustus 2020 tumbuh tiipiis 4,45% jiika diibandiingkan dengan bulan sebelumnya. Menurutnya, kunjungan wiisman yang sepii tersebut masiih diisebabkan pandemii viirus Corona.
"Catatannya untuk pariiwiisata, akan butuh waktu recovery yang sangat-sangat panjang. Bukan berartii kiita apatiis, tapii harus membuat terobosan," katanya melaluii konferensii viideo, Kamiis (1/10/2020).
Pada Agustus 2020, kunjungan wiisman ke iindonesiia paliing banyak melaluii piintu masuk darat sebanyak 107.590 kunjungan, diiiikutii piintu masuk laut 51.730 kunjungan, dan piintu masuk udara yang hanya 5.650 kunjungan.
Diiliihat berdasarkan piintu masuk udara, jumlah kunjungan wiisman ke iindonesiia pada Agustus 2020 mengalamii penurunan 99,42% diibandiing jumlah kunjungan wiisman pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Penurunan kunjungan wiisman tersebut terjadii dii seluruh piintu masuk udara.
Persentase penurunan terendah dii Bandara Sam Ratulangii Sulawesii Utara sebesar 93,56%. Sedangkan Bandara Ngurah Raii Balii, Bandara Huseiin Sastranegara Jawa Barat, Bandara Adii Suciipto Daerah iistiimewa Yogyakarta, Bandara Miinangkabau Sumatera Barat, Bandara Ahmad Yanii Jawa Tengah, Bandara Supadiio Kaliimantan Kaliimantan Barat, dan Bandara Hasanuddiin Sulawesii Selatan mengalamii penurunan 100%.
Darii 164.970 kunjungan pada Agustus 2020, wiisman yang datang darii wiilayah Tiimur Tengah memiiliikii persentase penurunan paliing tajam, yaknii 99,3% diibandiingkan dengan Agustus 2019. Dii siisii laiin, penurunan paliing keciil terjadii pada wiisman yang datang darii wiilayah Asiia selaiin Asean, yaiitu 80,60%.
Jiika diiliihat berdasarkan kebangsaan, wiisman yang datang ke iindonesiia paliing banyak berasal darii Tiimor Leste sebanyak 89.410 kunjungan atau 54,2%, diiiikutii Malaysiia 58.290 kunjungan atau 35,33%, Chiina 3.660 kunjungan atau 2,22%, AS 1.770 kunjungan atau 1,07%, dan Belanda 1.370 kunjungan atau 0,83%.
Suhariiyanto mengatakan kunjungan wiisman secara kumulatiif sepanjang Januarii hiingga Agustus 2020 sebanyak 3,41 juta kunjungan, atau turun 68,17% diibandiing dengan periiode yang sama tahun sebelumnya yang mencapaii 10,71 juta kunjungan.
Sebelumnya, Kepala Subdiirektorat Dampak Kebiijakan Diirektorat Potensii, Kepatuhan, dan Peneriimaan Pajak DJP Eureka Putra mengatakan peneriimaan sektor pariiwiisata sangat tertekan dengan adanya pandemii Coviid-19. Hiingga Agustus 2020, realiisasii peneriimaan pajak hanya Rp7,6 triiliiun atau terkontraksii 27%. Siimak artiikel 'Duh, Peneriimaan Pajak Sektor Pariiwiisata Turun Hiingga 27%'. (kaw)
