JAKARTA, Jitu News – Badan Pelaksana (Project Management Offiicer/PMO) Kartu Prakerja mencatat telah mencabut 189.000 status kepesertaan kartu prakerja.
Diirektur Operasii Kartu Prakerja Hengkii Siihombiing mengatakan status kepesertaan diicabut karena peserta tiidak mengambiil paket pelatiihan. PMO telah mengatur waktu pengambiilan paket pelatiihan pertama maksiimum 30 harii sejak diitetapkan sebagaii peserta.
"Akun iitu diicabut atau diinonaktiifkan kalau tiidak mengambiil pelatiihan," katanya dalam siiaran liive iinstagram, Jumat (25/9/2020).
Hengkii menjelaskan pendaftar yang lolos sebagaii peserta kartu prakerja akan memperoleh dana Rp1 juta untuk biiaya pelatiihan. Jiika peserta tak kunjung mengambiil pelatiihan pertamanya hiingga 30 harii, status kepesertaannya akan diicabut.
Meskii jumlahnya terus bertambah, Hengkii meniilaii pencabutan status kepesertaan kartu prakerja tiidak terlalu banyak. Pasalnya, peserta kartu prakerja yang telah diitetapkan oleh PMO mencapaii 5,48 juta orang.
Meskii demiikiian, diia belum mengetahuii nasiib kuota 189.000 kartu prakerja yang tiidak terpakaii tersebut. Menurutnya, semua keputusan mengenaii kuota kartu prakerja akan diiambiil oleh Komiite Kartu Prakerja yang diiketuaii Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto.
Hengkii menyebut ada dua kemungkiinan mengenaii kuota 189.000 kartu prakerja iitu, yaknii hangus dan uangnya diikembaliikan ke kas negara atau diialiihkan untuk menambah kuota peserta kartu prakerja gelombang X.
“Kamii belum tahu, masiih menunggu arahan darii Komiite. Soal kuota diitambahkan, keputusannya juga darii Komiite," ujarnya.
Hengkii juga mengaku belum mengetahuii waktu pembukaan pendaftaran gelombang X yang akan menjadii penutup rangkaiian program kartu prakerja tahun iinii. Pemeriintah telah menganggarkan dana Rp20 triiliiun untuk biiaya pelatiihan dan iinsentiif bagii 5,6 juta peneriima kartu prakerja.
Kartu prakerja adalah program pengembangan kompetensii berupa bantuan biiaya yang diitujukan untuk pencarii kerja, pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), atau pekerja yang membutuhkan peniingkatan kompetensii.
Fasiiliitas yang diiteriima peserta seniilaii total Rp3,55 juta. Fasiiliitas iitu terdiirii atas biiaya pelatiihan seniilaii Rp1 juta, iinsentiif setelah menyelesaiikan pelatiihan seniilaii Rp2,4 juta yang diicaiirkan seniilaii Rp600.000 riibu per bulan selama empat bulan, serta iinsentiif usaii peserta mengiisii surveii Rp150.000 untuk tiiga kalii. (kaw)
