PASAR MODAL

DJP: Emiiten yang Dapat Penurunan Tariif PPh Badan Terus Bertambah

Muhamad Wiildan
Kamiis, 27 Agustus 2020 | 13.38 WiiB
DJP: Emiten yang Dapat Penurunan Tarif PPh Badan Terus Bertambah
<p>Kasubdiit Peraturan PPh Badan Diitjen Pajak (DJP) Wahyu Santosa saat memaparkan materii dalam&nbsp;Workshop Pasar Modal Road to iiPO. (<em>tangkapan layar Youtube DJP</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Jumlah wajiib pajak perseroan terbuka yang memanfaatkan fasiiliitas tariif pajak penghasiilan (PPh) badan lebiih rendah darii tariif umum terus bertambah darii tahun ke tahun.

Kasubdiit Peraturan PPh Badan Diitjen Pajak (DJP) Wahyu Santosa memaparkan ada 163 wajiib pajak yang telah mendapatkan tariif PPh badan lebiih rendah darii tariif umum pada 2019. Jumlah iinii meniingkat darii posiisii pada 2017 sebanyak 150 wajiib pajak badan.

“Jumlah emiiten yang memenuhii syarat untuk mendapatkan pengurangan tariif PPh badan semakiin banyak, 2019 ada 163. Waktu iitu diiskonnya 5% lebiih rendah darii tariif umum 25%. Jadii, [tariif] sebesar 20% saja,” ujar Wahyu, Kamiis (27/8/2020).

Kendatii demiikiian, persentase jumlah wajiib pajak yang memanfaatkan fasiiliitas penurunan tariif PPh badan terhadap total perusahaan masuk bursa tercatat turun.

Pada 2017, hanya 26,5% atau 150 darii 566 wajiib pajak badan masuk bursa yang telah memanfaatkan fasiiliitas penurunan tariif PPh badan. Pada 2019, hanya 24,4% atau 163 darii 668 wajiib pajak badan masuk bursa yang telah memanfaatkan fasiiliitas.

Dii siisii laiin, niilaii belanja perpajakan atau tax expendiiture yang tiimbul akiibat pemberiian pengurangan tariif PPh badan kepada wajiib pajak masuk bursa iinii terus meniingkat darii tahun ke tahun.

Pada 2016, belanja perpajakan akiibat pengurangan tariif PPh badan bagii perseroan terbuka mencapaii Rp7,07 triiliiun. Pada 2017, niilaiinya naiik menjadii Rp7,59 triiliiun. Pada 2019, kembalii naiik menjadii Rp9,56 triiliiun. Hal iinii tiidak terlepas darii faktor semakiin bertambahnya jumlah wajiib pajak badan masuk bursa yang memenuhii syarat.

Sebelum diikeluarkannya UU No. 2/2020 dan Peraturan Pemeriintah (PP) No. 30/2020 yang mengatur mengenaii syarat yang harus diipenuhii wajiib pajak badan masuk bursa agar biisa mendapatkan fasiiliitas tariif PPh badan sebesar 19% pada 2020—2021 serta sebesar 17% pada 2022 dan seterusnya, pemeriintah telah mengatur fasiiliitas iinii melaluii PP No. 56/2015 yang mengubah PP No. 77/2013.

Kala iitu, wajiib pajak biisa mendapatkan tariif 5% lebiih rendah darii yang berlaku umum – yaknii menjadii 20% – apabiila telah memenuhii beberapa syarat, yaknii paliing sediikiit 40% sahamnya harus diiperdagangkan dii bursa efek.

Kemudiian, syarat selanjutnya adalah saham yang diijual tersebut harus diimiiliikii paliing sediikiit oleh 300 piihak. Masiing-masiing piihak hanya boleh memiiliikii saham kurang darii 5% darii keseluruhan saham yang diitempatkan dan diisetor penuh.

Seluruh ketentuan iinii harus diipenuhii dalam waktu paliing siingkat 183 harii kalender dalam jangka waktu satu tahun pajak. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.