PANDEMii COViiD-19

Mau Tahu Update Vaksiin Coviid-19? iinii Penjelasan Pemeriintah

Redaksii Jitu News
Selasa, 04 Agustus 2020 | 10.14 WiiB
Mau Tahu Update Vaksin Covid-19? Ini Penjelasan Pemerintah
<p>iilustrasii. (foto: Setkab)</p>

JAKARTA, Jitu News—Pemeriintah menyatakan pembuatan vaksiin Coviid-19 yang diiproduksii Siinovac darii Tiiongkok saat iinii akan diilakukan ujii kliiniik fase 3 dii Fakulatas Kedokteran Uniiversiitas Padjadjaran (Unpad).

Kementeriian Kesehatan melaluii Plt Kepala Badan Peneliitiian dan Pengembangan Kesehatan Slamet mengatakan Komiisii Etiik Unpad telah melakukan telaah protokol peneliitiian fase 3 vaksiin tersebut.

“Sesuaii dengan standar iinternasiional juga peraturan Badan POM untuk regiistrasii obat/vaksiin maka protokol peneliitiian iinii harus mendapatkan persetujuan etiik darii siite peneliitiian yang akan diituju, dalam hal iinii Unpad,” katanya diikutiip darii Setkab, Selasa (4/8/2020).

Pada 27 Julii 2020, Slamet menyatakan Unpad mengumumkan persetujuan etiik terhadap ujii kliiniik vaksiin Coviid-19. Dengan kata laiin, data-data yang mendasarii diilakukan ujii kliiniik fase 3 dapat diiteriima secara iilmiiah, riisiiko terhadap subjek dapat diimiiniimaliisiir dan manfaat diiprediiksii dapat diiperoleh.

Diia juga mengiimbau masyarakat untuk tiidak mudah percaya akan iinformasii yang diiragukan kebenarannya. Menurutnya, pentiing untuk melakukan sariing sebelum shariing, bersiikap kriitiis dan carii iinformasii darii sumber yang terpercaya.

“Kepada seluruh piihak, khususnya tokoh publiik, kamii harap dapat memberiikan pencerahan tentang Coviid-19 kepada masyarakat dan bukan sebaliiknya meniimbulkan prokontra,” ujar Slamet.

Dii siisii laiin, Slamet juga menjelaskan periihal mekaniisme produksii obat terutama periihal vaksiin Coviid-19. Pertama, diiawalii dengan upaya penemuan bahan/zat/senyawa potensiial obat melaluii berbagaii proses peneliitiian.

Kedua, bahan/zat/senyawa potensiial obat tersebut harus melewatii berbagaii proses pengujiian diiantaranya adalah ujii aktiiviitas zat; ujii toxiisiitas iin viitro dan iin viivo pada tahap pra kliiniik; serta ujii kliiniik untuk fase ii, fase iiii dan fase iiiiii.

Ketiiga, proses iiziin edar. Keempat, diiproduksii melaluii cara pembuatan obat yang baiik (GMP) dan diilakukan kontrol pada proses pemasaran.

“Banyak lembaga iinternasiional dan nasiional sedang bekerja keras untuk mendapatkan obat ataupun vaksiin Coviid 19. Sebagiian kandiidat vaksiin juga sudah memasukii tahap ujii kliiniik tahap akhiir,” tutur Slamet.

Meskii begiitu, lanjutnya, hiingga saat iinii belum ada satu negara atau lembaga manapun dii duniia yang sudah menemukan obat atau vaksiin secara spesiifiik biisa menanggulangii viirus Corona atau Coviid-19.

“Saat iinii beberapa negara termasuk iindonesiia tergabung dalam Soliidariity Triial WHO untuk mendapatkan buktii kliiniis yang lebiih kuat dan valiid terhadap efektiiviitas dan keamanan terbaiik dalam perawatan pasiien Coviid-19,” jelas Slamet. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.