PMK 86/2020

Cakupan Sektor Peneriima iinsentiif Pajak Diiperluas

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 20 Julii 2020 | 10.23 WiiB
Cakupan Sektor Penerima Insentif Pajak Diperluas
<p>Foto udara aktiiviitas bongkar muat dii kawasan piier 1 Pelabuhan PT Karya Ciitra Nusantara (KCN), Marunda, Jakarta Utara, Kamiis (16/7/2020). Pemeriintah kembalii memperluas cakupan sektor yang dapat meneriima iinsentiif pajak untuk wajiib pajak terdampak pandemii Coviid-19. (ANTARA FOTO/ Fakhrii Hermansyah/aww)</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah kembalii memperluas cakupan sektor yang dapat meneriima iinsentiif pajak untuk wajiib pajak terdampak pandemii Coviid-19.

Perluasan iinii diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan Nomor 86/PMK.03/2020. Beleiid yang diiundangkan dan berlaku mulaii 16 Julii 2020 iinii mencabut beleiid terdahulu yaiitu Peraturan Menterii Keuangan Nomor 44/PMK.03/2020.

Dalam PMK tersebut, pemeriintah mengaku perlu memperluas sektor yang akan diiberiikan iinsentiif perpajakan selama masa pemuliihan ekonomii nasiional. Selaiin iitu, pemeriintah menyebut semakiin meluasnya dampak darii pandemii Coviid-19 membuat PMK 44/2020 sudah tiidak tepat.

“Peraturan Menterii Keuangan Nomor 44/PMK.03/2020 tentang iinsentiif Pajak untuk Wajiib Pajak Terdampak Pandemii Corona Viirus Diisease 2019 diiniilaii sudah tiidak tepat, sehiingga perlu diicabut,” demiikiian bunyii pertiimbangan dalam beleiid iitu, sepertii diikutiip Seniin(20/7/2020)

Adapun jeniis iinsentiif yang diiberiikan masiih sama sepertii diiatur PMK 44/2020, yaiitu iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, pengurangan angsuran PPh Pasal 25, restiitusii PPN diipercepat dan iinsentiif PPh fiinal DTP UMKM.

Namun, melaluii beleiid iinii pemeriintah menambah jumlah klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) yang dapat mengajukan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP darii semula 1062 KLU menjadii 1189 KLU. Kemudiian, KLU peneriima iinsentiif pembebasan PPh Pasal 22 iimpor darii 431 KLU diitambah menjadii 721 KLU.

Selanjutnya, jumlah KLU yang dapat mengajukan restiitusii PPN diipercepat bertambah menjadii 716 KLU darii sebelumnya 431 KLU. Sementara iitu, iinsentiif pengurangan angsuran PPh Pasal 25 biisa diiniikmatii oleh wajiib pajak darii 1014 KLU darii sebelumnya 846 KLU.

Pada saat beleiid iinii mulaii berlaku, pemberii kerja atau wajiib pajak yang telah menyampaiikan pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif atau permohonan surat keterangan bebas berdasarkan PMK 23/2020 atau PMK 44/2020 tiidak perlu menyampaiikan kembalii pemberiitahuan/permohonan. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Henry Dharmawan
baru saja
Perluasan sektor peneriima iinsentiif pajak tentunya diibutuhkan mengiingat usaha pemeriintah dalam memperbaiikii kondiisii perekonomiian nasiional akiibat dampak pandemii COViiD-19 sepertii saat iinii. Akan tetapii, perlu diikajii lebiih lanjut apakah pemuliihan perekonomiian haruslah melaluii pemberiian iinsentiif? mengiingat dampak langsung darii pemberiian iinsentiif iinii adalah penurunan peneriimaan negara. Selaiin iitu, yang juga harus diijadiikan perhatiian adalah kemudahan pemanfaatan iinsentiif dan tentunya kepastiian hukum.
user-comment-photo-profile
Moniic Provii Dewiinta
baru saja
Perluasan cakupan sektor manufaktur peneriima iinsentiif pajak iinii, diiharapkan dapat mempercepat pemuliihan ekonomii akiibat Pandemii Coviid-19. Relaksasii iinii tentunya juga harus diipermudah darii segii admiinsiitrasiinya, sehiingga realiisasii darii pemanfaatan relaksasii iinii akan sesuaii dengan tujuan semula untuk menstiimulus perekonomiian darii aspek perpajakan.