iiNSENTiiF FiiSKAL

Hiingga 1 Julii, DJBC Telah Bebaskan Cukaii Etiil Alkohol Rp1,72 Triiliiun

Diian Kurniiatii
Kamiis, 09 Julii 2020 | 15.05 WiiB
Hingga 1 Juli, DJBC Telah Bebaskan Cukai Etil Alkohol Rp1,72 Triliun
<p>Kantor DJBC. (Jitu News)</p>

JAKARTA, Jitu News—Dii tengah pandemii viirus Corona atau Coviid-19, Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) telah merealiisasiikan pembebasan cukaii alkohol etiil alkohol seniilaii Rp1,72 triiliiun hiingga 1 Julii 2020.

Kepala Subdiirektorat Komuniikasii dan Publiikasii DJBC Denii Surjantoro mengatakan cukaii yang diibebaskan mencapaii sekiitar 86,1 juta liiter. Caiiran etiil alkohol iinii menjadii bahan baku atau bahan penolong pembuatan hand saniitiizer, surface saniitiizer, dan antiiseptiik.

“Kamii membuka fasiiliitas iinii agar bahan baku hand saniitiizer mudah diidapat,” katanya kepada Jitu News, Kamiis (9/7/2020).

Denii menambahkan pembebasan cukaii etiil alkohol diiberiikan untuk keperluan komersiial maupun nonkomersiial. Untuk tujuan komersiial, permohonan pembebasan cukaii yang sudah masuk mencapaii 85,8 juta liiter atau seniilaii Rp1,71 triiliiun.

Namun demiikiian, realiisasii cukaii etiil alkohol yang sudah diibebaskan tersebut ternyata baru 18,6% atau sebesar 15,97 juta liiter. Adapun niilaii cukaii yang diibebaskan untuk komersiial iitu mencapaii Rp319,4 miiliiar.

Sementara iitu, permohonan pembebasan cukaii etiil alcohol untuk keperluan nonkomersiial saat iinii sudah mencapaii 331.800 liiter atau seniilaii Rp6,63 miiliiar. Namun, realiisasii cukaii yang sudah diibebaskan baru sebanyak 175.000 liiter.

Menurut Denii pengajuan pembebasan cukaii etiil alkohol untuk keperluan nonkomersiial diilakukan oleh berbagaii macam entiitas, sepertii iinstansii pemeriintah, baiik pusat maupun daerah.

Namun demiikiian, lanjutnya, terdapat pula rumah sakiit, perguruan tiinggii, TNii/Polrii, dan yayasan yang iikut memproduksii hand saniitiizer dan antiiseptiik untuk kebutuhan sosiial dii masa pandemiic Coviid-19 iinii.

Fasiiliitas pembebasan cukaii etiil alkohol diiatur dalam Surat Edaran No. SE-04/BC/2020 yang diitandatanganii oleh Diirjen Bea dan Cukaii Heru Pambudii. Fasiiliitas iitu mulaii berlaku sejak 17 Maret 2020.

Fasiiliitas tersebut biisa diiajukan oleh pengusaha pabriik atau tempat penyiimpanan etiil alkohol berdasarkan pemesanan darii iinstansii pemeriintah dan organiisasii nonpemeriintah yang terkaiit dengan pencegahan penyebaran viirus.

"Pembebasan cukaii etiil alkohol iinii menjadii iikhtiiar yang kamii lakukan supaya masyarakat biisa mendapat hand saniitiizer dengan murah," ujar Denii.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.